Sabtu, 08 Januari 2011

BERTANGGUNGJAWAB DALAM HAL BERSAKSI

Oleh: Albert Rumampuk



“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,  dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Rom 3:23-24


Pentingnya Bersaksi

Ayat dalam Roma 3:23-24 menjelaskan 2 hal:  
  • Semua manusia berdosa!
  • Keadaan manusia yang berdosa ini, hanya bisa dibenarkan oleh anugerah Allah lewat penebusan Kristus.
"Semua orang telah berbuat dosa dan telah hilang kemuliaan Allah". Itulah yang Firman Tuhan katakan. Tak ada satupun yang baik, manusia telah terpisah dari Allah yang kudus. Jika kita melihat Roma 6:23, maka  dosa itu membuahkan maut / kebinasaan! Tak ada yang dapat lolos dari keadilan Allah / neraka! Bandingkan dengan ayat berikut:

Wah 21:8  "Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua".
 
Bahkan, semua amal saleh / ketaatan yang dianggap sebagai 'perbuatan baik', tak bisa membawa manusia ke surga (Gal 2:16). Satu-satunya cara agar manusia bisa terhindar dari keadilan-Nya adalah, saat seseorang meresponi kasih-Nya dengan menerima Kristus yang telah mati di salib, sebagai Tuhan dan Juruselamat. 

Dengan melihat kenyataan seperti ini, maka pemberitaan Injil adalah hal yang seharusnya menjadi penekanan / prioritas Gereja / orang Kristen.

Di kalangan Kristen tertentu, ajaran tentang doa sangat ditekankan. Jemaat diajarkan untuk selalu berdoa dengan tak jemu-jemu dan dalam waktu yang lama. Para pemimpin dikelompok ini sampai-sampai mendirikan menara doa yang khusus berdoa bagi jiwa-jiwa yang belum mengenal / percaya pada Kristus, bahkan sampai 24 jam!  Persoalan yang muncul adalah, apakah dengan cara demikian bisa membuat orang-orang datang pada Kristus? Apakah tanpa pemberitaan Injil manusia bisa percaya pada Yesus? Perhatikan ayat berikut:


“Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?” Rom 10:13-14
 
Ini adalah suatu rantai yang tak terputus:

Pemberitaan Injil -----> didengar oleh manusia -----> membuat manusia percaya -----> berseru pada Yesus -----> diselamatkan.

Firman Tuhan berkata bahwa untuk menjangkau orang bagi Allah, itu diawali oleh adanya pemberitaan Injil. Melalui pemberitaan, Injil bisa didengar, membuat orang menjadi percaya dan dituntun untuk berseru pada nama Tuhan yang pada akhirnya berujung pada keselamatan. Bagaimana mungkin manusia bisa beriman, jika tak ada yang memberitakan-Nya? Rasul Paulus menegaskan bahwa tanpa seseorang mendengarkan Injil, dia tidak dapat diselamatkan! Injil, berarti kabar baik tentang Yesus yang mati disalib, menebus dosa manusia, sehingga bagi mereka yang percaya pada-Nya, akan diberi hidup kekal. Dapatkah orang percaya pada Yesus, jika mereka tidak mendengar berita Injil ini? Dapatkah orang berkata: “Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat” tanpa ada yang memberitakannya? Orang yang tidak pernah mendengarkan Injil / Yesus, akan binasa tanpa Injil! Apakah saudara suka / senang melihat kenyataan seperti ini? Contoh: dalam suatu keluarga, baru saudara yang telah percaya pada Yesus, namun kakak, adik dan orang tua saudara belum. Apakah tega melihat kakak, adik dan orang tua saudara binasa? Bagaimana dengan teman-teman saudara? Sudahkah mereka percaya pada Yesus? Disinilah dituntut peranan / tanggung jawab dari orang percaya.

Bersaksi / memberitakan Injil, merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan,  agar orang yang belum mengenal Yesus, dapat menjadi percaya pada-Nya dan diselamatkan.

Perintah untuk bersaksi

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."  Kis. 1:8

Tuhan Yesus memerintahkan setiap orang Kristen untuk menjadi saksi-Nya (Bdk. Mat 28:19-20). Mungkin ada yang protes: “Bukankah perintah Tuhan dalam Mat 28 itu, hanya ditujukan bagi para rasul dan bukan bagi semua orang Kristen?”. Memang pada saat itu Yesus sedang bicara / memerintahkan para rasul, tapi bukankah para rasul juga diperintahkan untuk mengajarkan segala yang telah diperintahkan Yesus? Jadi, mereka  harus mengajarkan pemberitaan Injil yang juga merupakan perintah Tuhan itu. Karna memberitakan Injil adalah perintah Tuhan, maka kalau itu tidak dilakukan, kita berdosa!

Inilah yang menjadi tanggung jawab kita sebagai orang percaya, kita dituntut untuk bersaksi. Bagaimana caranya? Penginjilan bisa dilakukan lewat khotbah, tulisan, meminjamkan buku, traktat, dsb. Tetapi sebelum kita bersaksi, kita harus terlebih dahulu telah memiliki pengertian yang benar tentang Yesus. Sekarang sudah tersedia buku-buku tentang PI / teologi yang bisa didapat dimana-mana; ditoko buku, gereja, internet, dsb. Saudara dapatkan itu lalu pelajari semaksimal mungkin dan gunakan itu untuk bersaksi. Ada banyak metode penginjilan; EE, ilustrasi jembatan, diskusi/debat, dsb. Pelajari semua metode yang ada dan pilih metode yang cocok bagi saudara untuk digunakan.

Kis 1:8, memberikan salah satu bukti / tanda seseorang dipenuhi Roh Kudus: dia akan terdorong untuk memberitakan Injil. Orang yang sama sekali tidak punya kerinduan untuk bersaksi / memberitakan Injil, maka orang tersebut patut dipertanyakan.

Sudahkah saudara bersaksi kepada orang lain? Ingat, penginjilan yang benar, seharusnya bermuara pada kesaksian yang benar, yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat. Bandingkan arti nama Yesus yang adalah Juruselamat dunia (Mat 1:21).

Pada tgl 9 Maret 2010, saya bertemu dengan seorang penatua Saksi Yehovah (beserta 2 orang Saksi Yehovah lainnya) di kota Palu. Saat itu kami terlibat dalam diskusi tentang Keilahian Yesus. Saya melihat sendiri bagaimana orang-orang Saksi Yehovah itu begitu ngotot dan sangat menekankan pemberitaan ‘Injil’ mereka. Saat itu kami berdiskusi selama berjam-jam dan bahkan setelah malam tiba, seorang jemaat Saksi Yehovah tetap ngotot meladeni saya (sekalipun penatuanya sudah berhenti). Ini membuktikan betapa mereka sangat menekankan pemberitaan ‘Injil’ itu! Tidak heran jika bidah ini mengalami pertumbuhan yang luar biasa pesatnya.

“Saksi Yehovah adalah yang paling cepat bertumbuh dari semua bidah. Hanya dalam waktu 10 tahun dari tahun 1942-1952 jumlah pengikut Saksi Yehovah meningkat tajam. Di Amerika Serikat meningkat 2x lipat, Di Asia meningkat 5x lipat, Di Eropah meningkat 7x lipat, Di Amerika Selatan meningkat 15x lipat.

Mengapa mereka bisa bertumbuh begitu pesat? Salah satu jawabannya adalah karena Saksi Yehovah tidak membedakan antara pendeta (penatua) dengan orang awam. Semua orang Saksi Yehovah dilatih untuk memberitakan ‘Injil’ dan pada umumnya anggota-anggota Saksi Yehovah aktif memberitakan ‘Injil’ (sekitar 65%, bandingkan dengan orang Kristen yang menurut statistic [dari seorang misionaris], hanya 0,5% yang memberitakan Injil).”  Sumber: “Menangkal Saksi Yehovah”. By: Pdt. Budi Asali. M.Div. Hal 9-10

Pendeta Budi Asali yang sangat berpengalaman menghadapi Saksi Yehovah ini, selanjutnya mengatakan: “Dulu pada saat mereka dilarang, mereka tetap dengan rajin dan berani memberitakan ‘Injil’, apalagi sekarang setelah mereka disahkan secara resmi. Sikap militant/agresif dan pantang menyerah dalam penginjilan ini, yang disertai kerelaan mengorbankan waktu, tenaga dan uang, demi gerakan mereka, membuat saksi-saksi Yehuwa ini makin berbahaya!”.  

Penerapan: Bagaimana dengan gereja Kristen saat ini? Saksi Yehovah merupakan bidah, tetapi sangat gigih dalam penginjilan. Kita yang punya ajaran yang benar justru banyak yang diam seribu bahasa! Alasannya macam-macam: sibuk kerja, alasan keluarga, masih ‘bodoh’, dsb. Lalu bagaimana mungkin orang bisa mengenal Yesus?



Kuasa untuk bersaksi

Mungkin kita dapat memberi seluruh waktu yang ada untuk berbicara tentang Yesus kepada seseorang, tetapi kita tidak dapat mengubah hati seseorang! Hanya Allah sendiri yang dapat mengubah hati manusia! (Yoh 6:44; 1 Kor 12:3). Hanya Dialah yang sanggup memberi kita kuasa untuk bersaksi. 

Jika kita sudah mengerti bahwa seseorang dapat percaya pada Yesus itu hanya karena anugerah Allah, maka banyaklah berdoa, agar saudara diberi kemampuan, hikmat dan kuasa dalam penginjilan. Berdoa juga agar orang yang diInjili itu bisa bertobat dan percaya pada Yesus. Ingat, dalam diri orang percaya ada Roh Kudus, Dialah yang akan memberi kita kemampuan dan kuasa untuk bersaksi (Kis 1:8). Namun, yang sering menjadi masalah adalah kita mengharapkan orang untuk percaya pada Yesus (bahkan sudah berdoa habis-habisan), tapi anehnya, kita tak mau pergi menginjili orang tersebut. Ini jelas hanya omong kosong!

Satu hal yang perlu diingat adalah, Tuhan memang bisa memberi kita ‘kuasa’ untuk bersaksi, tetapi itu tidak berarti pemberitaan kita pasti berhasil. Semuanya tergantung Tuhan! Contoh: kotbah Petrus dalam Kis 2:14-41, itu menyebabkan 3000 orang bertobat. Tetapi bagaimana dengan Stefanus? Gimana dengan Yesus sendiri?

Penerapan: Jangan menganggap gereja yang bertumbuh secara kwantitas / jumlah sebagai gereja yang pasti benar / diberkati Tuhan. Belum tentu!


Kesimpulan:

Allah memerintahkan kita untuk bersaksi / memberitakan Injil, itu adalah tanggung jawab kita. Lakukanlah itu dengan disertai doa dan bukan hanya berharap lewat doa!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar