Senin, 10 Januari 2011

Kriteria untuk menilai sesat atau benar


Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div


Ul 13:1-5 - “(1) Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, (2) dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, (3) maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. (4) TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kepadaNya harus kamu berbakti dan berpaut. (5) Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan - dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu”.

I) Nabi palsu yang bisa melakukan mujijat / menubuatkan suatu tanda.

Sang nabi menubuatkan suatu tanda / mujijat, dan nubuat itu terjadi (Ul 13:1-2a). Kalau seorang nabi bernubuat dan nubuatnya tidak terjadi, maka jelas bahwa nabi itu adalah nabi palsu.

Ul 18:22 - “apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.’”.

Yang seperti ini banyak contohnya, seperti: Charles Taze Russel (pendiri Saksi Yehovah), yang sampai 2 x menubuatkan kedatangan Yesus yang kedua-kalinya (tahun 1874 dan 1914), dan kedua-duanya gagal. Juga dalam kalangan Kharismatik jaman sekarang ada banyak ‘nubuat murahan’ yang bolak balik gagal. Itu jelas menunjukkan bahwa orang yang bernubuat tersebut adalah nabi palsu.

Tetapi bagaimana kalau nabi palsu menubuatkan suatu tanda / mujijat dan lalu terjadi?
Seorang nabi palsu yang bernubuat dan lalu nubuatnya terjadi, merupakan suatu keadaan yang membahayakan, karena ini menunjukkan bahwa ia seolah-olah adalah nabi asli. Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini:

  • Yes 45:21 - “Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari padaKu! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!”
Ayat ini menunjukkan bahwa hanya Allah yang bisa bernubuat dan lalu tergenapi. Jadi kalau nabi palsu itu bernubuat dan tergenapi, itu akan menunjukkan bahwa ia adalah nabi asli!

  • Yer 28:8-9 - “Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar. Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN.”. 
  • Ul 18:20-22 - “(20) Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi namaKu perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. (21) Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? - (22) apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”
Demikian juga kalau seorang nabi palsu bisa melakukan mujijat; ini juga merupakan suatu keadaan yang membahayakan, karena ini seolah-olah menunjukkan bahwa ia adalah seorang nabi asli.

2Kor 12:12 - “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa”.

Ibr 2:3-4 - “bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikanNya menurut kehendakNya”.

Nabi palsu yang bisa melakukan mujijat tentu akan menggunakan kemampuannya tersebut untuk mengclaim diri sebagai nabi asli.

Perlu dicamkan bahwa sekalipun Ul 18 mengatakan bahwa tanda yang tidak terjadi merupakan petunjuk bahwa ia adalah nabi palsu, tetapi kalau tanda yang dinubuatkan terjadi, itu tidak harus membuktikan bahwa ia adalah nabi asli. Demikian juga kalau ada orang yang bisa melakukan mujijat, itu tidak memastikan bahwa ia adalah seorang nabi asli. Mengapa? Karena ada test-test lain yang perlu diterapkan kepadanya sebelum kita menganggapnya sebagai nabi asli. Kalau seadanya mujijat dan penggenapan nubuat dianggap menunjukkan bahwa orang yang melakukannya adalah nabi asli, maka pikirkan tentang tukang-tukang sihir Mesir yang bisa meniru mujijatnya Musa (Kel 7:10-12), juga Sai Baba, dukun-dukun, peramal-peramal dan sebagainya.

Pulpit Commentary tentang Ul 18:20: "Kegagalan perkataan seorang nabi merupakan bukti yang meyakinkan bahwa ia tidak berbicara oleh ilham Ilahi. Jika perkataannya tidak gagal, tidak berarti bahwa ia adalah seorang nabi yang sejati, tetapi itu menunjukkan secara meyakinkan bahwa ia adalah seorang nabi palsu pada saat perkataannya gagal" - hal 315.

Calvin juga mengatakan bahwa adalah sesuatu yang mungkin bahwa Allah mengijinkan seorang nabi palsu untuk bernubuat dan lalu terjadi.

Calvin (tentang Ul 13:1):   "Claim Allah bagi DiriNya sendiri kemuliaan dari peramalan peristiwa-peristiwa tidak menghalangi / mencegah Dia untuk kadang-kadang memberikan, bahkan kepada pelayan-pelayan setan, kuasa untuk bernubuat berkenaan dengan hal-hal tertentu. Bileam lebih buruk dari pada penangis upahan, ingin menggagalkan ketetapan kekal dari Allah, tetapi kita tahu bahwa lidahnya diarahkan oleh ilham ilahi dari Roh sehingga menjadi pemberita dari kasih karunia untuk mana ia disewa untuk memadamkan. Karena itu, tidak ada ketidak-konsistenan dalam hal ini, bahwa seseorang penipu yang adalah seorang pengkhianat, pada saat yang sama tetap diberi karunia khusus untuk bernubuat, bukan supaya selalu menyampaikan wahyu-wahyu yang benar, (seperti, misalnya, Kayafas, yang bernubuat sekali secara benar, tetapi tidak selalu benar), tetapi sejauh ijin Allah bahwa ia diberi untuk mengetahui lebih dulu hal ini atau itu, sehingga satu contoh dari pemberitaan kebenaran bisa menjadi jubah untuk banyak kepalsuan" - hal 441.

Bahwa nabi-nabi palsu bisa bernubuat, dan bahkan mengusir setan, melakukan mujijat demi nama Yesus, terlihat dari:

¨      Mat 7:21-23 - “(21) Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. (22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!’”.

¨      Mat 24:23-24 - “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga”.

¨      2Tes 2:9 - “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu”.

¨      Wah 13:11-14 - “(11) Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. (12) Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. (13) Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. (14) Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu”.

¨      Wah 16:13-14 - “Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak. Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa”.

James Fergusson: “As Christ did confirm his doctrines by miracles, ... so doth Satan confirm his erroneous doctrines in antichrist’s kingdom, by working signs and wonders” [= Seperti Kristus meneguhkan ajaran-ajaranNya dengan mujijat-mujijat (bdk. Ibr 2:3-4), ... demikian juga Setan meneguhkan ajaran-ajarannya yang salah dalam kerajaan anti-Kristus, dengan mengerjakan tanda-tanda dan perbuatan-perbuatan ajaib] - hal 477.

Kesimpulan: bahwa seseorang bisa bernubuat dan tergenapi, dan bisa melakukan mujijat / kesembuhan, mengusir setan, dsb, belum menjamin bahwa ia adalah nabi asli. Testing yang terpenting adalah: bagaimana ajarannya? Ini yang akan dibahas dalam point II) di bawah ini.

II) Nabi itu mengajak untuk mengikuti / berbakti kepada allah lain (Ul 13:2b).

 

 1)   Ini merupakan pencobaan dari Tuhan (Ul 13:3).

 a)   Ini tidak bertentangan dengan Yak 1:13.

Yak 1:13-15 - “(13) Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: ‘Pencobaan ini datang dari Allah!’ Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. (14) Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. (15) Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut”.

Jangan menganggap bahwa ini bertentangan dengan Yak 1:13 yang mengatakan bahwa Allah tidak mencobai siapapun, karena ‘pencobaan’ dalam Yak 1:13 itu menunjuk pada ‘keinginan berdosa’ (Yak 1:14-15). Allah memang tidak akan memasukkan suatu keinginan berdosa ke dalam diri manusia; keinginan berdosa itu datang dari diri orang itu sendiri (Yak 1:14), atau dari setan. Tetapi pencobaan dalam Ul 13:3 ini mempunyai arti yang berbeda, dan dalam arti seperti ini, Allah bisa mencobai manusia.

b)   Allah mencobai untuk mengetahui? 

Nabi yang telah melakukan tanda itu sekarang mengajak orang-orang untuk mengikuti allah lain dan berbakti kepadanya. Semua ini merupakan pencobaan dari Allah. Untuk apa Allah mencobai? Ul 13:3b-4 mengatakan: ‘untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kepadaNya harus kamu berbakti dan berpaut’.

Ini mungkin kedengarannya aneh. Allah mencobai supaya Ia bisa mengetahui. Apakah tanpa itu Ia tidak tahu yang mana yang sungguh-sungguh mengasihi Dia dan yang mana yang tidak? Perhatikan jawaban Calvin untuk menjawab pertanyaan ini.

Calvin:  "Allah mencobai hati manusia, bukan supaya Ia bisa mengetahui apa yang sebelumnya tidak Ia ketahui, tetapi untuk membuka apa yang tadinya tersembunyi. Karena itu, ungkapan ‘mengetahui’ menunjuk hanya pada pengetahuan yang dialami" - hal 444.

Calvin: "Ia secara sengaja membawa orang-orang saleh yang sejati pada pencobaan, untuk membedakan mereka dari orang-orang yang munafik" - hal 445.

c)   Mujijat dan pencobaan. 

Pulpit Commentary: "Ini menimbulkan seluruh persoalan tentang mujijat. Ini bisa merupakan ‘pertolongan bagi iman’, atau bisa merupakan ‘ujian / pencobaan dari iman’" - hal 234.

Ini menyebabkan kita harus waspada pada saat terjadi suatu mujijat, karena kadang-kadang itu menolong iman kita, tetapi kadang-kadang itu mencobai iman kita!

Pulpit Commentary: "Tidak ada ‘tanda’, tidak ada ‘perbuatan ajaib’ pernah boleh diijinkan untuk mempesonakan kita sesaatpun" - hal 231.

Orang-orang mengagung-agungkan mujijat, atau yang terlalu gampang percaya pada mujijat, atau terlalu cepat menganggap seseorang yang bisa melakukan mujijat sebagai nabi asli, akan jatuh dalam pencobaan ini! 

d)   Apakah Allah bisa dikatakan jahat / tidak baik, karena Ia mencobai orang dengan mujijat palsu?
Ada tuduhan yang mengatakan bahwa Allah itu tidak baik kalau Ia membiarkan kita dicobai dengan mujijat palsu, karena kita sangat lemah / bodoh. Calvin menjawab (hal 446), bahwa pencobaan itu tidak akan melukai siapapun kecuali orang-orang yang brengsek. Orang-orang yang dengan tulus mencintai dan mencari Allah, pasti dilindungi oleh kuasa Roh Kudus, sehingga tidak akan terjerat.

Calvin: "semua yang kelihatannya pernah sekali mempercayai doktrin keselamatan, lalu setelah itu menolak dan menyangkalnya, tidak pernah mempunyai apapun kecuali suatu kepura-puraan dari suatu pengakuan yang palsu, karena jika mereka dengan tulus mengasihi Allah, hati mereka akan tinggal teguh di tengah-tengah segala hal yang mengganggu mereka. ... siapapun dengan suatu roh yang bisa diajar dan lembut mencari kebenaran, dan menyerahkan dirinya sendiri dan menundukkan dirinya sendiri sebagai murid Allah, ia tidak akan pernah dibiarkan tanpa roh penilaian dan kebijaksaan"- hal 447.

Tentang orang-orang yang disesatkan itu, Calvin berkata:

"juga perlu diperhatikan, mereka membayar hukuman dari kesembronoan mereka, atau ketidak-stabilan mereka, karena mereka tidak cukup perhatian terhadap Firman Allah, atau mereka tidak cukup membaktikan diri mereka kepada pencarian yang bersifat agama. ... sebagian mendengar dengan sikap tidak menghargai, sebagian sangat memandang rendah, sebagian berharap bahwa Firman Allah seluruhnya dihancurkan, dan yang lain meremehkannya, ... kasusnya selalu adalah bahwa kebenaran Allah tidak pernah disembunyikan dari siapapun, kecuali dia yang pikirannya telah dibutakan oleh allah / ilah jaman ini (2Kor 4:4). Dan ini secara khusus terjadi pada waktu terang telah bersinar dari surga, yang tidak membiarkan siapapun untuk tersesat kecuali mereka yang menutup mata mereka" - hal 447-448.

2Kor 4:3-4 - “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah”.

Dan dalam tafsirannya tentang Mat 24:23-24, Calvin berkata:

"ada bahaya yang besar yang muncul dari pencobaan ini, yaitu bahwa orang-orang yang hina, ... akan ditipu oleh kepura-puraan yang palsu, akan melihat setan / hantu dan bukannya Kristus, dan akan mempercayai khayalan-khayalan dari setan, seakan-akan hal-hal itu merupakan pertolongan dari Allah. ... Oleh jenis khayalan ini Allah membalas sikap tidak tahu terima kasih dari manusia, dan supaya mereka yang menutup mata mereka terhadap terang yang ditawarkan kepada mereka, bisa dilemparkan / ditenggelamkan makin lama makin dalam di dalam kegelapan" - hal 139-140.

Jadi, kalau saudara adalah orang kristen yang sejati yang betul-betul mempercayai, mencintai, mencari, dan menghormati Firman Tuhan, saudara tidak perlu takut bahwa pencobaan yang diberikan oleh Tuhan itu akan menyesatkan diri saudara. Tetapi kalau saudara adalah orang kristen KTP yang memang tidak mempercayai, tidak mencintai, tidak mencari (sekalipun mau mendengar), dan tidak menghormati Firman Tuhan, maka bagian ini merupakan suatu peringatan bagi saudara. Kalau Tuhan memberikan pencobaan seperti ini, maka saudara adalah orang yang bisa disesatkan dan akhirnya dihancurkan / dibinasakan oleh pencobaan tersebut. Karena itu, usahakanlah untuk membereskan sikap-sikap yang tidak benar terhadap Firman Tuhan. 

e)   Semua ini sejalan dengan:

1.   Kata-kata Yesus dalam Mat 13:12 - “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya”.

Kata-kata ‘Siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi sehingga ia berkelimpahan’, artinya ‘orang yang mempunyai kerinduan terhadap Firman Tuhan akan diberi pengertian tentang Firman Tuhan / kebenaran’.

Kata-kata ‘Siapa yang tidak mempunyai’, artinya ‘orang yang tidak mempunyai kerinduan terhadap Firman Tuhan’. Terhadap orang-orang seperti ini, Tuhan akan mengambil apapun juga yang ada padanya. Ada banyak hal yang bisa diambil oleh Tuhan dari padanya, seperti:

·        keberadaannya dalam suatu gereja yang benar. Tadinya hal ini sebetulnya merupakan berkat Tuhan baginya, tetapi karena ia tidak rindu Firman Tuhan, maka Tuhan mengambilnya kembali dan memberikan gereja sesat bagi dia.

·        hamba Tuhan yang benar yang melayani dia. Inipun tadinya merupakan berkat Tuhan, tetapi tidak berguna baginya dengan sikapnya yang tidak rindu Firman Tuhan. Tuhan bisa mengambil hal ini, dan memberikan nabi palsu sebagai gantinya.

·        akal sehat / terang dari Tuhan. Kalau ini diambil, maka ia akan menjadi bodoh luar biasa dalam persoalan rohani, sehingga akan bisa disesatkan oleh ajaran yang bagaimanapun bodohnya / sesatnya / menggelikannya. 

2.   Kata-kata Paulus dalam 2Tes 2:9-12 - “(9) Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, (10) dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. (11) Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, (12) supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.

Orang-orang yang dibicarakan oleh Paulus itu dikatakan tidak menerima dan mengasihi kebenaran (ay 10b), dan tidak percaya akan kebenaran dan suka akan kejahatan (ay 12). Karena itulah Allah mendatangkan kesesatan kepada mereka, yang akhirnya membinasakan mereka.
Tentang 2Tes 2:9-12 ini, saya akan memberikan banyak komentar dari para penafsir.

Geoffrey B. Wilson berkata:
“Those without the love of the truth will always delight in unrighteousness, for between these opposites affections there is no neutral ground” (= Mereka yang tidak mempunyai kasih terhadap kebenaran akan selalu menyenangi ketidak-benaran, karena di antara kecintaan-kecintaan yang bertentangan ini tidak ada daerah netral) - hal 106.

Bdk. 2Tim 4:3-4 - “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Calvin berkata:
·         "Supaya orang jahat tidak mengeluh bahwa mereka binasa dengan tanpa kesalahan, dan bahwa mereka telah ditetapkan pada kematian oleh kekejaman Allah, dan bukannya oleh kesalahan apapun pada diri mereka, Paulus menunjukkan bahwa Allah mempunyai alasan yang baik untuk memberi kepada mereka pembalasan yang keras, yaitu karena mereka tidak menerima dengan pikiran yang tenang kebenaran yang disajikan kepada mereka seperti seharusnya, bahkan lebih dari itu, dengan kemauan mereka sendiri mereka menolak keselamatan. ... Singkatnya, Paulus menyatakan bahwa Antikristus akan merupakan pelayan dari pembalasan yang benar dari Allah terhadap mereka, yang pada saat dipanggil kepada keselamatan, telah menolak Injil, dan lebih memilih untuk menggunakan pikiran mereka pada kejahatan dan kesalahan. ... sekalipun penguasaan dari Antikristus adalah kejam, tidak ada yang binasa kecuali mereka yang layak mendapatkannya, dan bahkan yang dengan kemauan mereka sendiri memilih kematian (Amsal 8:36). Dan tak dapat diragukan, sementara suara dari Anak Allah berkumandang di mana-mana, tetapi suara itu menjumpai telinga-telinga dari manusia tuli, dan bahkan keras kepala, dan sementara pengakuan terhadap kekristenan merupakan sesuatu yang umum, tetapi hanya ada sedikit yang betul-betul dan sungguh-sungguh telah menyerahkan diri mereka sendiri kepada Kristus. Karena itu, tidak perlu heran, jika pembalasan yang serupa dengan cepat mengikuti kejijikan yang bersifat kriminil seperti itu" - hal 338-339.

·        "hati manusia menjadi sasaran pencobaan, pada waktu ajaran-ajaran palsu / sesat datang dan tersebar, karena ajaran-ajaran palsu / sesat itu tidak mempunyai kuasa kecuali di antara mereka yang tidak mengasihi Allah dengan hati yang tulus. Maka, biarlah mereka, yang menyenangi ketidak-benaran, menuai buah darinya" - hal 340.

·        "Dan pasti kita mempunyai contoh yang menyolok tentang ini dalam pemerintahan Gereja Roma Katolik. Tidak ada kata-kata yang bisa menyatakan betapa mengerikannya kubangan kesalahan yang ada di sana, betapa besar dan memalukannya hal-hal menggelikan tentang takhyul-takhyul yang ada di sana, dan khayalan apa yang berbeda / bertentangan dengan akal sehat. Tidak ada orang yang bahkan hanya mempunyai selera sedang tentang ajaran sehat, bisa berpikir tentang hal-hal mengerikan seperti itu tanpa kengerian yang terbesar. Lalu bagaimana seluruh dunia bisa terhilang dalam keheranan pada mereka, seandainya orang-orang itu bukannya dibutakan oleh Tuhan, dan seakan-akan diubahkan menjadi tunggul pohon?" - hal 339-340.

Catatan: Calvin yang hidup pada jaman Reformasi menerapkan pada Gereja Roma Katolik. Pada jaman sekarang, jelas bahwa selain Gereja Roma Katolik, aliran salah / sesat yang penuh dengan ajaran / praktek yang menggelikan ada banyak sekali, seperti: Kharismatik (khususnya yang extrim), Toronto Blessing, Theologia Kemakmuran, Penginjilan Terhadap Orang Mati, Gereja Sidang Jemaat Kristus, dan juga ajarannya Pdt. Yesaya Pariadji, yang sedang kita bahas ini. 

Pulpit Commentary berkata:

¨     "Karena mereka tidak mempunyai kasih terhadap kebenaran, mereka pasti dibimbing untuk mempercayai suatu dusta - pikiran mereka terbuka terhadap segala cara kepalsuan dan khayalan) - hal 26.

¨      "Seringkali dalam pemerintahan moral dari Allah, dosa dihukum dengan dosa yang lebih dalam. Mereka yang tidak peduli pada kebenaran dengan mudah dibujuk kepada kesalahan-kesalahan yang paling buruk. Manusia akhirnya akan menjadi begitu sesat / jahat sehingga menyebut ‘jahat sebagai baik, dan baik sebagai jahat’." - hal 31.

Bdk. Ro 1:24,26,28. 

¨     "Manusia yang menolak Alkitab kadang-kadang siap untuk mempercayai apapun kecuali Alkitab; mereka akan dengan rakus menerima dongeng apapun, hipotesa / dugaan ilmu pengetahuan apapun, sekalipun jelas tidak lebih dari pada hipotesa / dugaan yang bersifat sementara, yang kelihatannya bertentangan dengan Alkitab" - hal 37.

Contoh yang paling menyolok dari kata-kata di atas ini adalah bekenaan dengan teori Darwin / evolusi. Para ahli ilmu pengetahuan kafir, yang menolak Kitab Suci sebagai Firman Tuhan, dengan cepat menerima teori Darwin / evolusi itu sebagai suatu kebenaran /  ilmu pengetahuan, padahal sebetulnya teori Darwin / evolusi itu hanya merupakan suatu hipotesa / dugaan, karena belum pernah betul-betul terbukti kebenarannya!

 James Fergusson berkata:
*       "Dimana kebenaran-kebenaran Injil tidak diterima dalam kasih dan digunakan sebagaimana seharusnya, maka dalam waktu yang singkat kesalahan-kesalahan yang menggelikan dan mengerikan akan diterima, dan dipercaya sebagai kebenaran; karena mereka tidak menerima kasih terhadap kebenaran, mereka diserahkan oleh Allah untuk ‘mempercayai suatu dusta’" - hal 479.

Bdk. 1Raja 22:7-23 - “Tetapi Yosafat bertanya: ‘Tidak adakah lagi di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?’ Jawab raja Israel kepada Yosafat: ‘Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla.’ Kata Yosafat: ‘Janganlah raja berkata demikian.’ Kemudian raja Israel memanggil seorang pegawai istana, katanya: ‘Jemputlah Mikha bin Yimla dengan segera!’ Sementara raja Israel dan Yosafat, raja Yehuda, duduk masing-masing di atas takhtanya dengan pakaian kebesaran, di suatu tempat pengirikan di depan pintu gerbang Samaria, sedang semua nabi itu bernubuat di depan mereka, maka Zedekia bin Kenaana membuat tanduk-tanduk besi, lalu berkata: ‘Beginilah firman TUHAN: Dengan ini engkau akan menanduk Aram sampai engkau menghabiskan mereka.’ Juga semua nabi itu bernubuat demikian, katanya: ‘Majulah ke Ramot-Gilead, dan engkau akan beruntung; TUHAN akan menyerahkannya ke dalam tangan raja.’ Suruhan yang pergi memanggil Mikha itu, berkata kepadanya: ‘Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik.’ Tetapi Mikha menjawab: ‘Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku, itulah yang akan kukatakan.’ Setelah ia sampai kepada raja, bertanyalah raja kepadanya: ‘Mikha, apakah kami boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau kami membatalkannya?’ Jawabnya kepadanya: ‘Majulah dan engkau akan beruntung, sebab TUHAN akan menyerahkannya ke dalam tangan raja.’ Tetapi raja berkata kepadanya: ‘Sampai berapa kali aku menyuruh engkau bersumpah, supaya engkau mengatakan kepadaku tidak lain dari kebenaran demi nama TUHAN?’ Lalu jawabnya: ‘Telah kulihat seluruh Israel bercerai-berai di gunung-gunung seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala, sebab itu TUHAN berfirman: Mereka ini tidak punya tuan; baiklah masing-masing pulang ke rumahnya dengan selamat.’ Kemudian raja Israel berkata kepada Yosafat: ‘Bukankah telah kukatakan kepadamu: Tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan hanya malapetaka?’ Kata Mikha: ‘Sebab itu dengarkanlah firman TUHAN. Aku telah melihat TUHAN sedang duduk di atas takhtaNya dan segenap tentara sorga berdiri di dekatNya, di sebelah kananNya dan di sebelah kiriNya. Dan TUHAN berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead? Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu. Kemudian tampillah suatu roh, lalu berdiri di hadapan TUHAN. Ia berkata: Aku ini akan membujuknya. TUHAN bertanya kepadanya: Dengan apa? Jawabnya: Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Ia berfirman: Biarlah engkau membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan perbuatlah demikian! Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut semua nabimu ini, sebab TUHAN telah menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu.’”.

Bagian Kitab Suci ini menceritakan tentang raja Ahab yang tidak mau mendengar Firman Tuhan / kebenaran dari nabi Mikha, dan karena itu oleh Tuhan lalu diserahkan kepada penyesatan yang dilakukan oleh roh jahat melalui nabi-nabi palsunya, sehingga akhirnya membinasakan Ahab. Bdk. Yeh 14:7-9. 

*        "Pada waktu Tuhan, dalam keadilanNya yang kudus, melepaskan setan untuk mencobai seorang berdosa, dan menarik dari dia kasih karuniaNya yang berkuasa, maka tidak ada dosa yang begitu tidak masuk akal atau menggelikan, kemana manusia yang dihukum Allah seperti itu, tidak akan lari, bahkan untuk menerima hal-hal yang paling menggelikan sebagai kebenaran-kebenaran ilahi, dan mempercayai hal-hal itu dengan teguh tanpa keragu-raguan atau kecurigaan: karena kepercayaan mereka terhadap dusta-dusta itu di sini diramalkan sebagai konsekwensi dari tindakan Allah yang mengirimkan ‘kesesatan yang kuat kepada mereka’, supaya ‘mereka percaya akan dusta’" - hal 479. 

Renungkan semua ini baik-baik! Allah memberikan pencobaan, dan pencobaan ini hanya akan menyesatkan dan menghancurkan orang-orang yang memang tidak mencintai kebenaran. Kira-kira saudara termasuk dalam golongan ini atau tidak? 

2)   Ajakan nabi itu untuk mengikuti allah lain dan dan berbakti kepadanya, merupakan ajaran sesat, dan ini membuktikan bahwa nabi itu adalah nabi palsu (Ul 13:3,5).

Allah jelas telah berfirman: ‘Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu’ (Kel 20:3). Jadi ajakan nabi itu jelas bertentangan frontal dengan Firman Tuhan.

Pulpit Commentary: "Mereka telah menerima pesan / berita dari Allah; mereka mempunyai firmanNya; dan tidak ada pengajaran yang bertentangan dengannya, betapapun aslinya kelihatannya, bisa berasal dari Dia, atau harus diterima oleh mereka" - hal 228.

Keil & Delitzsch: "Dalam perlawanan terhadap perkataan seperti itu, tidak ada nabi yang boleh diterima, sekalipun mereka menghujani dengan tanda-tanda dan perbuatan-perbuatan ajaib; bahkan tidak seorang malaikat dari surga, seperti dikatakan oleh Paulus dalam Gal 1:8" - hal 363.

Gal 1:6-9 - “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia”.

Kesimpulan: 

Jadi jelaslah bahwa sekalipun seseorang bisa bernubuat dan nubuatnya terjadi, dan bisa melakukan banyak mujijat, kita tidak boleh terlalu cepat mempercayainya sebagai nabi asli. Kita harus memperhatikan apakah ajarannya benar atau tidak, sesuai dengan Kitab Suci atau bertentangan dengan Kitab Suci. Baru kita bisa menilai apakah ia adalah nabi asli atau nabi palsu. Karena itu sekarang kita akan menyoroti ajaran-ajaran dari Pdt. Yesaya Pariadji.

-AMIN-


Catatan: Tulisan ini adalah ringkasan dari tulisan Pdt. Budi Asali M.Div, yang membahas ajaran Pdt. Yesaya Pariadji dari GBI Tiberias dengan sub topik 'Kriteria untuk menilai sesat atau benar'. Baca selengkapnya disini: Pembahasan ajaran Yesaya Pariadji dari GBI Tiberias

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar