Minggu, 09 Januari 2011

YESUS ADALAH ANAK ALLAH





“Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”   1 Yohanes 4:9-10         




Pendahuluan

Dalam Alkitab kita menjumpai bahwa Yesus sering di sebut dengan istilah ‘Anak Allah’. Itu bisa kita lihat dari pengakuan para murid Yesus (Mat 16:15-16), Roh-roh jahat (Mat 8:28-29), dan Allah sendiri (Mat 3:16-17). Ada banyak orang (termasuk orang Kristen) yang salah mengartikan istilah tersebut. Ada yang mengatakan istilah itu menunjukkan adanya hubungan yang istimewa atau kedekatan antara Yesus dan Allah (seperti orang tua dan anak), menunjukkan Yesus bukan Allah bahkan ada yang mengatakan bahwa istilah tersebut justru merupakan penghujatan terhadap Tuhan.

Mungkin saudara juga bertanya apa sebetulnya arti dari ‘Anak Allah’ itu? Yesus di sebut Allah atau Anak Allah? Jika Yesus di sebut Allah, dan juga di sebut Anak Allah, bukankah berarti Yesus anak dari dirinya sendiri?

Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah, Yesus di sebut ‘Anak’ bukan hanya pada saat dia ada di dunia / menjadi manusia, tetapi Dia sudah adalah Anak pada waktu Ia di utus oleh Bapa (ayat 9).



Arti istilah Anak Allah. 

Serangan saksi Yehova / Unitarian: “Yesus tidak pernah mengatakan dirinya adalah Allah, Dia hanya mengatakan sebagai anak manusia atau Anak Allah”.

Jawab:

  1. Benar. Tapi apakah kita harus membentuk pemikiran / kepercayaan kita hanya pada kata-kata Yesus saja atau pada keseluruhan Alkitab? Tentu pada keseluruhan Alkitab! Jadi biarpun Yesus tidak menyatakan secara langsung sebagai Allah, tapi ada banyak ayat-ayat lain yang menyatakan secara jelas bahwa Yesus adalah Allah (Yes 9:5; Yoh 1:1; Yoh 20:28; Filipi 2:5b-7; Ibr 1:8; Roma 9:5; Titus 2:13). Bandingkan dengan istilah ‘anak manusia’ dan ‘Anak Allah’; ‘anak manusia’ = manusia, lalu mengapa ‘Anak Allah’ tidak sama dengan Allah?
  1. Dalam mengartikan suatu istilah dalam Kitab suci, maka kita harus mengartikan sesuai dengan jaman / penulisnya. Jaman sekarang, Anak Allah berarti mulanya Allah Cuma satu, lalu waktu muncul Yesus, sekarang Allahnya jadi 2. Itu salah! Kalau ingin mengartikannya, maka kita harus kembali pada 2000 tahun yang lalu ketika istilah itu di munculkan. Pada saat itu, pada waktu Yesus menyebut diriNya sebagai Anak Allah, semua orang Yahudi tahu bahwa Ia memaksudkan diriNya sebagai Allah, atau dengan kata lain bahwa Ia adalah Allah sendiri.                     
Bukti  
                                                                                                      
a). Mat 14:33 - “Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: sesungguhnya Engkau Anak Allah”.

Orang-orang yang ada di kapal ini adalah orang Yahudi yang Monotheisme. Kalau Anak Allah bukan Allah, lalu kenapa di sembah? Ingat, dalam Mat 4:10 Yesus melarang berbakti dan menyembah pada siapapun juga selain pada Allah. Makanya ketika Petrus di sembah (kis 10:25-26), Paulus / para rasul di sembah (kis 14:14-18), dan Rasul Yohanes menyembah malaikat (Wah 19:10), itu di tolak dan di alihkan pada Allah. Beda dengan Yesus, waktu Dia di sembah, Dia tidak menolaknya tetapi justru menerimanya. Itu membuktikan bahwa Dia adalah Allah sendiri! Bandingkan dengan Herodes yang karena mau menerima penghormatan ilahi, lalu dihukum mati oleh Allah (Kis 12:20-23). 

b). Yoh 5:17,18- “ Tetapi Ia berkata kepada mereka: ‘Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga’. Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah”.

NIV : “. . . Making himself equal with God”  (‘menyetarakan diri-Nya’).

Waktu Yesus menyatakan bahwa Ia Anak Allah, orang-orang Yahudi mengerti bahwa Dia menyetarakan diri-Nya dengan Allah. Karena itu mereka ingin membunuhNya.

c). Yoh 19:7- “Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah”. (Bdk. Mrk. 14:61-64).

Pengakuan Yesus sebagai Anak Allah, bagi mereka merupakan penghujatan terhadap Allah. Jelas, 'Anak Allah', berarti, sama dengan Allah.

d). Yoh 10:30-33 “‘Aku dan Bapa adalah satu.’ Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?" Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Ketika Yesus menyatakan kesatuan-Nya dengan Allah / Bapa, lagi-lagi orang Yahudi ngamuk, dan akan melemparinya dengan batu!  


Dari ayat-ayat yang sudah dijelaskan di atas, kita mendapati bahwa istilah ‘Anak Allah’ itu jelas sama dengan Allah. Yesus di sebut Anak Allah, membuktikan bahwa Dia adalah Allah!

Seluruh Alkitab adalah Firman Tuhan. Kita tidak hanya mendasari iman kita hanya pada kata-kata Yesus saja, tapi pada seluruh Kitab Suci! Dan karena itu, sekalipun Yesus tidak secara explisit mengatakan dengan mulut bibir-Nya bahwa Dia adalah Allah yang wajib disembah, namun jika ayat-ayat lain menyatakan bahwa Yesus adalah Allah dan disembah, tentunya kita harus mengaminkannya.



Kesimpulan dan Penerapan

  • Apakah saudara percaya bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri?
  • Apakah saudara mewujudkan hidup saudara sesuai dengan kepercayaan tersebut?

Apa gunanya kita percaya Yesus adalah Allah, jika kita tidak hidup sesuai kehendak-Nya? Kalau kita mengaku percaya Yesus dengan sungguh-sungguh, maka kita pasti akan mencari Dia, melayaniNya, mentaatiNya, dan memberitakanNya pada orang lain.  Maukah saudara melakukannya?


Iman tanpa perbuatan adalah mati !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar