Sabtu, 15 Januari 2011

Jawaban yang sesungguhnya atas sayembara Jalan Avraham tentang 'memecahkan misteri Matius 27:9' (Part 3)

Oleh: Albert Rumampuk



Bagian ketiga dari seri tulisan ini, saya akan menjawab pertanyaan Jalan Avraham mengenai Matius 27:9-10 yang disayembarakannya itu.

Mat 27:9-10, “Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku."

Pertanyaan JA:

Para pembaca yang budiman,kami akan sangat berterima kasih sekali jika bapak ibu berhasil  membuktikan kebenaran ucapan penulis Injil versi Matius bahwa Nabi Yeremia-lah yang menubuatkan peristiwa pengkhianatan Yudas karena tiga puluh uang perak. Terus terang karena keterbatasan kami,  kami  tak mendapatkan hal itu dalam seluruh pasal Kitab Yeremia…

Kami akan sangat berbesar hati untuk menutup akun Jalan Avraham ini jika bapak dan ibu bersedia untuk membantu kami mendapatkan pasal Yeremia yang dimaksud penulis Injil versi Matius yang menubuatkan pengkhianatan Yudas

Kami yakin jika Injil yang ditulis versi Matius ditulis berdasar Ilham Roh Kudus yang tak mungkin salah, maka bapak ibu kami yakin  dapat menemukan ayat tersebut dalam Kitab Yeremia yang sampai hari ini belum kami temukan...

Jawaban saya:


Sebelum menjelaskan bagian mana dalam Perjanjian Lama yang dikutip oleh Matius itu, maka ada 1 hal yang harus diperhatikan!
Alkitab adalah Kitab Suci yang ditulis oleh kurang lebih 40 orang dan dalam jangka waktu sekitar 1500-1600 tahun. Kitab yang terakhir (Wahyu) ditulis sekitar tahun 90-95 M, jadi sudah hampir 2000 tahun yang lalu!
Pada saat Alkitab / para penulisnya ‘berbicara’ atau menyampaikan sesuatu pada masa itu, tentu tidak harus sama dengan cara yang dilakukan oleh manusia ‘disini’ pada jaman sekarang. Ini yang perlu diperhatikan oleh orang-orang Islam yang seringkali menafsirkan Alkitab secara sembrono dengan memaksakan penafsirannya menurut pengertian orang yang hidup di jaman ‘internet’ ini.

Dalam ayat 9 ada tertulis kata-kata: “Genaplah Firman yang disampaikan oleh nabi.” Ini adalah kata-kata penggenapan dari suatu nubuatan. Bagaimana cara Alkitab ‘berbicara’ jika berhubungan dengan nubuatan? Ada beberapa cara, salah satu diantaranya adalah: Kadang-kadang nubuatnya bukan hanya dikutip dari satu ayat saja, tetapi beberapa ayat atau bahkan inti dari Perjanjian Lama. Disamping itu, kata-katanya juga tidak harus persis sama. Demikianlah cara Alkitab berbicara.

Kelihatannya JA menghendaki kutipan dari kata-kata yang sama dengan nubuatnya, memang ada yang seperti itu, tetapi tidak harus seperti itu. Contoh: Lukas 24:46, adalah merupakan penggenapan yang dikutip dari beberapa ayat dalam Perjanjian Lama, dan bukan hanya terdapat pada satu ayat saja. Ayat yang dimaksud adalah Yes 53:4-7; 53:8-9a; Maz 16:10 dan Yun 1:15,17.

Catatan: Luk 24:46 ini adalah pertanyaan ke 11 dari Ustad H. Insan LS Mokoginta yang juga disayembarakannya itu (berhadiah BMW). Ini sudah dijawab tuntas oleh Pdt. Budi Asali dalam buku: “Siapa Bilang Kristen Tidak Bisa Menjawab??” Sepertinya JA mulai mengikuti jejak sang Ustad!

Sekarang bagaimana dengan kasus dalam Matius 27:9-10?


Pada umumnya banyak orang menghubungkan ayat ini dengan Yer 32:6-9 dan Zak 11:12,13. Kalau saya ditanya: “Mana pasal atau ayat dalam kitab Yeremia yang menubuatkan hal ini?” Maka saya akan menjawab: Yer 19:1-15; Yer 32:6-14 DAN Zak 11:12-13. Mungkin JA akan bertanya: “Yang saya tanyakan nabi Yeremia, kok anda berikan Zakharia?” Maka dengan santai (sambil tersenyum mengerutkan alis) saya akan menjawab: “Emangnya yang nulis Alkitab nenek moyang loe??”

Ada 4 hal yang dibicarakan dalam Mat 27:9-10
  1. Persoalan ’30 uang perak’
  2. Mengenai ‘Harga yang ditetapkan untuk seseorang menurut penilaian  yang berlaku diantara orang Israel’
  3. Pembelian tanah
  4. Berbicara tentang ‘tanah tukang periuk’
Dalam PL apakah ada 1 ayat saja yang membicarakan semua hal ini? Tak ada. Lalu apakah membuktikan bahwa ayat ini salah? Tidak!
Saya menganjurkan untuk memperhatikan keseluruhan konteks yang ada, agar dapat memahaminya dengan benar.

1) Tentang ’30 uang perak’

‘30 uang perak’ sebetulnya adalah nilai / harga dari sesuatu yang dianggap rendah / murahan.
Jika kita melihat pasal sebelumnya yaitu Mat 26:15, maka 30 uang perak itu dibayarkan pada Yudas. Kata ‘membayar’ dalam ayat itu berasal dari kata Yunani HISTEMI yang lebih tepat diterjemahkan ‘menimbang’.

The Wycliffe Bible Commentary: “Mereka membayar… kepadanya’. Didalam naskah berbahasa Inggris versi Authorized Version kalimatnya berbunyi, ‘mereka mengadakan kesepakatan dengannya’. Terjemahan yang lebih khas ialah ‘mereka menimbangkan baginya’. Matius mempergunakan istilah yang sama dengan LXX di dalam Zak 11:12 yang tampaknya secara sengaja disinggung oleh Matius. LXX memakai istilah ‘histemi’ untuk menerjemahkan shakal.” (Hal 116-117). 

Zak 11:12-13, “Lalu aku berkata kepada mereka: "Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!" Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak. Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Serahkanlah itu kepada penuang logam!" --nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN.” 

Kisah penghianatan terhadap Yesus dengan 30 uang perak digambarkan dengan jelas oleh kisah Zakharia sebagai gembala yang ditolak oleh kawanan dombanya (Zak 11:4-14). Penolakan Israel terhadap gembala Zakharia merupakan lambang dari penolakan terhadap Gembala Agung Kristus (Yoh 1:11).

Jadi, kalau dalam Mat 27:9 ada kata-kata ’30 uang perak’ maka hal tersebut sebelumnya telah diantisipasi oleh Zakharia.

2) Tentang ‘Harga yang ditetapkan untuk seseorang menurut penilaian  yang berlaku diantara orang Israel’

Seperti yang telah disinggung diatas bahwa 30 uang perak merupakan nilai dari sesuatu yang dianggap rendah. Bandingkan Kel 21:32:

“Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu.” 

Sekarang lihat Zak 11:12,13

“Lalu aku berkata kepada mereka: "Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!" Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak. Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Serahkanlah itu kepada penuang logam!" --nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN.”

Menurut saya kata ‘menimbang’ dalam ayat itu menunjukkan ‘takaran’ atau kwalitas dari Zakharia. Zakharia pada mulanya meminta untuk membayarnya sesuai dengan anggapan mereka mengenai harga pelayanannya, tetapi mereka memberi dia harga / ‘takaran’ yang sama dengan seorang budak. Kata-kata ‘nilai tinggi’ diayat itu, sebenarnya hanya merupakan ejekan belaka. Ini jelas merupakan penghinaan bagi Zakharia (dan juga bagi Yesus dalam Mat 26:15).

Tragedi penghianatan dan penghinaan yang ditimpakan terhadap Yesus, digambarkan dengan jelas lewat kisah ini. Inilah “harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel.” Kalimat yang tercantum dalam Mat 27:9 ini, secara implicit ada / tersirat dalam Zak 11:12.

3) Tentang pembelian tanah

Sebelum Yudas menyerahkan Yesus pada pemimpin-pemimpin Yahudi, dia terlebih dahulu meminta upah. Mereka lalu memberinya 30 uang perak. Uang itu pada akhirnya digunakan untuk membeli sebidang tanah; tanah tukang periuk (Mat 26:15; 27:7).

Disini dibicarakan mengenai pembelian sebidang tanah, hal inipun terjadi pada masa Yeremia.

Yer 32:6-9, “Berkatalah Yeremia: "Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: Sesungguhnya, Hanameel, anak Salum, pamanmu, akan datang kepadamu dengan usul: Belilah ladangku yang di Anatot itu, sebab engkaulah yang mempunyai hak tebus untuk membelinya. Kemudian, sesuai dengan firman TUHAN, datanglah Hanameel, anak pamanku, kepadaku di pelataran penjagaan, dan mengusulkan kepadaku: Belilah ladangku yang di Anatot di daerah Benyamin itu, sebab engkaulah yang mempunyai hak milik dan hak tebus; belilah itu! Maka tahulah aku, bahwa itu adalah firman TUHAN. Jadi aku membeli ladang yang di Anatot itu dari Hanameel, anak pamanku, dan menimbang uang baginya: tujuh belas syikal perak.

Bandingkan dengan Yer 32:25:

“Namun Engkau, ya Tuhan ALLAH, telah berfirman kepadaku: Belilah ladang itu dengan perak dan panggillah saksi-saksi! --padahal kota itu telah diserahkan ke dalam tangan orang-orang Kasdim."

Saat itu Yeremia ada dalam penjara dan Tuhan perintahkan untuk membeli sebidang tanah di Anatot, desa kelahirannya yang ternyata telah dikuasai oleh pasukan Babel. Tetapi walau bagaimanapun, pembelian tanah ini merupakan perintah yang dipesankan Tuhan kepada nabi Yeremia (bdk Mat 27:10).

“dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku."

Kata ‘kepadaku’ menunjuk pada nabi Yeremia.

4)  Tentang ‘tanah tukang periuk’

Dalam Mat 27:7, Imam besar membeli sebidang tanah. Tanah yang dibeli itu rupanya dilaksanakan atas nama Yudas, sebab uang yang dipakai adalah milik Yudas (bdk Kis 1:18). ‘Tanah tukang periuk’ dalam Mat 27:10 disebut juga ‘Tanah darah’ (bahasa Aram = Hakal-Dama) [Kis 1:19].

Seperti yang telah disinggung diatas, Yer 32:25 mencatat tentang perintah Tuhan kepada Yeremia untuk membeli sebidang tanah. Perintah Tuhan ini ada, tepat ketika Yerusalem akan segera jatuh, dimana tentara raja Nebukadnezar telah berhasil mengepung Yerusalem (Yer 32:2). Hal ini menimbulkan semacam ‘kebingungan’ dalam diri Yeremia (Yer 32:25). Pengepungan ini terjadi sekitar tahun 587 SM, tepat setahun kemudian kota itu jatuh. Nubuat Yeremia tentang keruntuhan Yerusalem dalam Yer 26:8-9 digenapi secara tepat dalam Yer 39 dan 52! Saat itu, terjadi suatu kengerian yang luarbiasa. Malapetaka-malapetakanya diuraikan dalam Rat 2:20-21; 4:3-20; 5:2-15 dan Yeh 5:10. Sepertiga rakyat mati karena kelaparan dan wabah, sepertiga lainnya mati karena terbunuh pedang (Yeh 5:12). Kota ini menjadi ‘tanah darah’.

Sekarang bandingkan dengan Yer 19:1-15.

Yer 19:6, “Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa tempat ini tidak akan disebut lagi: Tofet dan Lembah Ben-Hinom, melainkan Lembah Pembunuhan.”

Pdt. Budi Asali M.Div: “Tofet / lembah pembunuhan dalam Yer 19:6 menurut tradisi adalah sama dengan tanah tukang periuk / tanah darah dalam Mat 27:7 (ini kata-kata Hendriksen)” [Exposisi Injil Matius IX].

Lembah Ben-Hinom merupakan tempat yang dipenuhi dengan darah orang-orang yang tidak bersalah (Yer 19:4), tempat malapetaka (Yer 19:3), merupakan lembah pembunuhan (Yer 19:6), tempat penguburan (Yer 19:11). Bandingkan Yer 7:31-34,

"Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku. Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi "Tofet" dan "Lembah Ben-Hinom", melainkan "Lembah Pembunuhan"; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat, bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya. Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus”.

Oleh karena kejahatan yang dilakukan Israel, maka bangsa itu dihancurkan! Sekalipun ‘kerajaan Daud’ ini dibinasakan, tetapi Allah berjanji akan membangkitkan raja dari keturunan Daud yang akan menjadi tunas adil (Yer 23:5-6, bdk Zak 3:8). Nubuat ini menunjuk pada Yesus Kristus.

Jadi, tanah tukang periuk atau tanah darah yang dibicarakan dalam Mat 27:10, jelas ada dalam Yer 19:1-15!

Disini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Matius dalam tulisannya, ternyata bukan hanya mengutip satu bagian saja dari PL, tetapi menggabungkan 2 atau lebih. Kutipan tersebut berasal dari Zak 11:12-13; Yer 19:1-15 dan Yer 32:6-14.

Mat 27:9  ----------> nubuat nabi Zakharia
Mat 27:10 ---------> nubuat nabi Yeremia

Tetapi yang menjadi persoalannya disini adalah mengapa Matius menyebut Yeremia dan bukan Zakharia? Atau mengapa tidak menyebut kedua nabi itu sekaligus?

Jawab: Karena Yeremia adalah nabi yang lebih tua / lebih besar dari Zakharia dan itu adalah kebiasaan yang dipakai saat mengutip ayat-ayat dari kitab para nabi.

Full Life Study Bible: “Di dalam ayat ini Matius memasukan dan meringkas unsur-unsur simbolisme nubuat, satu dari Yeremia (Yer 32:6-9) dan yang satunya dari Zakharia (Zak 11:12-13). Kemudian Matius menyebutkan hanya nabi yang lebih tua dan lebih terkenal sebagai sumbernya, suatu kebiasaan yang sering dipakai ketika mengutip ayat-ayat dari kitab para nabi”.

Dengan digenapinya nubuat nabi Yeremia dan Zakharia, ini membuktikan bahwa Alkitab adalah FIRMAN TUHAN!

Berhubung JA sedang mempersoalkan masalah nubuatan, mungkin ada baiknya jika saya menambahkan lagi 2 nubuat lain dari 2 nabi yang berbeda yaitu Yesaya dan Daud, yang juga digenapi sacara meyakinkan.

A. Nubuat mengenai kelahiran Yesus yang diucapkan oleh Yesaya dalam Yes 7:14, itu digenapi secara tepat dalam Mat 1:23

B. Nubuat mengenai penderitaan Yesus oleh Daud dalam Maz 22:2a, 16b, 17b dan 19, juga digenapi secara tepat dalam Mat 27:46 dan Yoh 19:28-30.

Perlu diketahui, Yesaya hidup 700 tahun sebelum Kristus dan Daud hidup sekitar 1000 tahun sebelum Yesus. Dari mana mereka bisa tahu kelahiran dan penderitaan Yesus dengan begitu detail??? Lagi-lagi ini membuktikan bahwa Alkitab adalah FIRMAN TUHAN !!!

Serangan balik untuk Jalan Avraham: Saya menantang anda untuk menunjukkan kitab suci mana yang ada di dunia ini yang mempunyai nubuat begitu banyak dan yang digenapi secara tepat??

Alkitab adalah satu-satunya Kitab Suci yang dipenuhi oleh banyak nubuatan dan tidak ada satupun yang meleset, semua digenapi secara sempurna! Sekali lagi ini membuktikan bahwa Alkitab benar-benar Firman Tuhan!


Kesimpulan:    

1) Tak ada yang salah dalam Matius 27:9-10, karena disitu Matius sedang menggabungkan beberapa nubuat dan hanya menyebutkan salah satu sumbernya saja.

2) Berkaitan dengan sikap dan motivasi JA dalam mengadakan sayembara ini, maka maafkan saya jika hanya memberinya '30 uang perak' sebagi upah pelayanannya selama ini. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar