Senin, 19 November 2012

TANGGAPAN BALIK PDT. BUDI ASALI TERHADAP PDT. TEGUH HINDARTO TENTANG PREDESTINASI




Artikel Pdt. Teguh Hindarto yang berjudul: "PREDESTINASI TERHADAP ORANG YANG BERIMAN PADA YESUS SEBAGAI MESIAS ANAK TUHAN", telah ditanggapi oleh Pdt. Budi Asali (http://www.albertrumampuk.blogspot.com/2012/09/tanggapan-terhadap-artikel-pdt-teguh.html). Pdt. Teguh Hindarto lalu memberi sanggahan terhadap tanggapan Pdt. Budi Asali disini: http://teguhhindarto.blogspot.com/2012/10/tanggapan-atas-sanggahan-budi-azali.html. Berikut adalah tanggapan balik dari Pdt. Budi Asali untuk Pdt. Teguh Hindarto.


Teguh Hindarto:

YHWH telah memiliki RENCANA (zamam, yatsar, Ibr) dalam kekekalan mengenaipenciptaan dunia, baik fisik maupun metafisik dan, penciptaan manusia, hewan, tumbuhan, organisme lainnya. Ketika YHWH menciptakan dunia, Dia memberikan identifikasi BAIK terhadap seluruh  ciptaan-Nya, bahkan amat baik (Kej 1:4,10,12,18,21,25,31)

Tujuan Penciptaan Alama Semesta dan Manusia

Mencerminkan kemuliaan YHWH

“Langit menceritakan kemuliaan Tuhan, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” (Mzm 19:2)

Mencerminkan kekuasaan YHWH (Mzm 50:6)

“Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Tuhan sendirilah Hakim. S e l a” (Mzm 50:6)

Menjadi mandataris YHWH (Kej 1:27-28)

“Maka Tuhan menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Tuhan diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Tuhan memberkati mereka, lalu Tuhan berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (Kej 1:27-28)
Dosa Mencemari Rencana Tuhan

Budi Asali:

Kalau rencana manusia bisa dicemari, tetapi kalau rencana Allah tidak mungkin bisa dicemari. Pada waktu Ia membuat rencana, Ia tahu segala sesuatu yang akan terjadi. Lalu untuk apa membuat rencana yang akan dicemari?

Ia maha kuasa, sehingga semua rencanaNya pasti terjadi, tak ada yang gagal atau berubah.

Maz 33:10-11 - “(10) TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; (11) tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hatiNya turun-temurun”.

Yer 4:28 - “Karena hal ini bumi akan berkabung, dan langit di atas akan menjadi gelap, sebab Aku telah mengatakannya, Aku telah merancangnya, Aku tidak akan menyesalinya dan tidak akan mundur dari pada itu”.

Ayub 42:1-2 - “(1) Maka jawab Ayub kepada TUHAN: (2) ‘Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal’”.

Yes 14:24,26-27 - “(14) TUHAN semesta alam telah bersumpah, firmanNya: ‘Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana: ... (26) Itulah rancangan yang telah dibuat mengenai seluruh bumi, dan itulah tangan yang teracung terhadap segala bangsa. (27) TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? TanganNya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?”.

Yes 46:10-11 - “(10) yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: KeputusanKu akan sampai, dan segala kehendakKu akan Kulaksanakan, (11) yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusanKu dari negeri yang jauh.Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya”.

Dosa / kejatuhan Adam mempunyai 3 kemungkinan:

a)   Adam ditentukan untuk tidak jatuh.

Kemungkinan ini harus dibuang, karena kalau Adam direncanakan untuk tidak jatuh, maka ia pasti tidak jatuh.

b)   Allah tidak merencanakan apa-apa tentang hal itu.

Ini juga tidak mungkin karena kalau Allah mempunyai Rencana / kehendak tentang hal-hal yang remeh / tidak berarti seperti jatuhnya burung pipit ke bumi atau rontoknya rambut kita (bdk. Mat 10:29-30), bagaimana mungkin tentang hal yang begitu besar dan penting, yang menyangkut kejatuhan dari ciptaanNya yang tertinggi, Ia tidak mempunyai Rencana?

c)   Allah memang merencanakan / menetapkan kejatuhan Adam ke dalam dosa.

Inilah satu-satunya kemungkinan yang tertinggal, dan inilah satu-satunya kemungkinan yang benar, dan ini menunjukkan bahwa dosa sudah ada dalam Rencana Allah.

Teguh Hindarto:

Pernyataan Budi Azali, “Lalu untuk apa membuat rencana yang akan dicemari?” tidak relevan untuk dipertanyakan karena karena toch rencana Tuhan bukan membuat “rencana yang dicemari” namun rencana yang meliputi:

Tanggapan Budi Asali:
Omong kosong kalau tidak relevan. Seadanya yang kamu tak bisa jawab kamu katakan tidak relevan. Kalau Dia merencanakan, karena Dia maha tahu, maka seluruh rencana sudah dilakukan sejak minus tak terhingga, dan setelah itu tak ada rencana baru / tambahan, dan juga tak ada perubahan / kegagalan rencana. RencanaNya pasti baik, bahkan terbaik. Kok bisa dicemari? Karena itu saya berpendapat bahwa dosa itu sudah ada dalam rencana Allah, sehingga pada waktu dosa terjadi, itu bukan mencemari rencana Allah. Itu justru menggenapi rencana Allah!


Teguh Hindarto:

Menetapkan, merencanakan untuk menebus ciptaan (1 Ptr 1:18)
Menetapkan, merencanakan untuk memanggil manusia dalam rencana penyelamatan (Rm 1:6)
Menetapkan, merencanakan untuk memilih manusia dalam rencaana penyelamatan (1 Ptr 1:20)

Rencana kekalNya yang telah disusun sebelum dunia tercipta, dikarenakan Tuhan YHWH telah mengetahui bahwa manusia akan mengalami kejatuhan manusia dalam dosa, sehingga Dia merencanaakan pemulihan seperti semula.

Tanggapan Budi Asali:
Ia maha tahu, dan tahu segala sesuatu yang akan terjadi. Itu sebabnya segala sesuatu sudah pasti / tertentu. Kalau sudah tertentu untuk apa ditentukan lagi? Tuhan merencanakan sesuatu yang sudah pasti terjadi? Itu sangat tidak masuk akal!
Dari semula dosa ditentukan, penebusan juga. Semua satu paket.

Disamping kalau sesuatu BELUM ditentukan, maka ada jutaan kemungkinan yang bisa terjadi. Tidak pasti apa yang akan terjadi. Bisakah Allah tahu dengan pasti apa yang tidak pasti akan terjadi? Jangan terburu-buru menjawab, pikirkan baik-baik!

Ia harus menentukan lebih dulu, dan setelah segala sesuatu tertentu / pasti, maka Ia tahu. Jadi, kemahatahuanNya sebetulnya hanyal;ah mengetahui rencanaNya sendiri.

Louis Berkhof: “Actions that are in no way determined by God, directly or indirectly, but are wholly dependent on the arbitrary will of man, can hardly be the object of divine foreknowledge” (= Tindakan-tindakan yang tidak ditentukan oleh Allah dengan cara apapun, secara langsung atau tidak langsung, tetapi sepenuhnya tergantung pada kehendak manusia yang mutlak, tidak mungkin bisa merupakan obyek dari pra-pengetahuan ilahi) - ‘Systematic Theology’, hal 68.
Catatan: kata ‘hardly’ di sini tidak boleh diterjemahkan ‘hampir tidak’ seperti biasanya, tetapi harus diterjemahkan ‘improbable’ (= ‘tidak mungkin’) atau ‘not at all’ (= ‘sama sekali tidak’). Arti seperti ini memang diberikan dalam Webster’s New World Dictionary (College Edition).

Loraine Boettner: “Foreordination in general cannot rest on foreknow-ledge; for only that which is certain can be foreknown, and only that which is predetermined can be certain” (= Secara umum, penentuan lebih dulu tidak bisa didasarkan pada pengetahuan lebih dulu; karena hanya apa yang tertentu yang bisa diketahui lebih dulu, dan hanya apa yang ditentukan lebih dulu yang bisa tertentu) - ‘The Reformed Doctrine of Predestination’, hal 99.

William G. T. Shedd: “The Divine decree is the necessary condition of the Divine foreknowledge. If God does not first decide what shall come to pass, he cannot know what will come to pass. An event must be made certain, before it can be known as a certain event. ... So long as anything remains undecreed, it is contingent and fortuitous. It may or may not happen. In this state of things, there cannot be knowledge of any kind” (= Ketetapan ilahi adalah syarat yang perlu dari pengetahuan lebih dulu dari Allah. Jika Allah tidak lebih dulu menentukan apa yang akan terjadi, Ia tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi. Suatu peristiwa / kejadian harus dipastikan, sebelum peristiwa itu bisa diketahui sebagai peristiwa yang tertentu. ... Selama sesuatu tidak ditetapkan, maka sesuatu itu bersifat tergantung / mungkin dan kebetulan. Itu bisa terjadi atau tidak terjadi. Dalam keadaan demikian, tidak bisa ada pengetahuan apapun tentang hal itu) - ‘Shedd’s Dogmatic Theology’, vol I, hal 396-397.

B. B. Warfield: “... God foreknows only because He has pre-determined, and it is therefore also that He brings it to pass; His foreknowledge, in other words, is at bottom a knowledge of His own will” (= ... Alah mengetahui lebih dulu hanya karena Ia telah menentukan lebih dulu, dan karena itu juga Ia menyebabkannya terjadi; dengan kata lain, pengetahuan lebih dulu ini pada hakekatnya adalah pengetahuan tentang kehendakNya sendiri) - ‘Biblical and Theological Studies’, hal 281.

John Owen: “Out of this large and boundless territory of things possible, God by his decree freely determineth what shall come to pass, and makes them future which before were but possible. After this decree, as they commonly speak, followeth, or together with it, as others more exactly, taketh place, that prescience of God which they call ‘visionis,’ ‘of vision,’ whereby he infallibly seeth all things in their proper causes, and how and when they shall some to pass” (= Dari daerah yang besar dan tak terbatas dari hal-hal yang mungkin terjadi ini, Allah dengan ketetapanNya secara bebas menentukan apa yang akan terjadi, dan membuat mereka yang tadinya ‘mungkin terjadi’ menjadi ‘akan datang’. Setelah ketetapan ini, seperti yang pada umumnya mereka katakan, berikutnya, atau bersama-sama dengan ketetapan itu, seperti orang lain katakan dengan lebih tepat, terjadilah ‘pengetahuan yang lebih dulu’ dari Allah yang mereka sebut VISIONIS, ‘dari penglihatan’, dengan mana Ia, secara tidak mungkin salah, melihat segala sesuatu dalam penyebabnya yang tepat, dan bagaimana dan kapan mereka akan terjadi) - ‘The Works of John Owen’, vol 10, hal 23.


Teguh Hindarto:

Kalau pun saya menuliskan sub judul “Dosa Mencemari Rencana Tuhan” bukan bermakna sebuah perencanaan Tuhan melainkan sesuatu yang sudah pasti diketahuinya terlebih dahulu. Perencanaan yang dicemari ini berkaitan dengan konteks pernyataan sebelumnya bahwa Tuhan memiliki rencana dengan penciptaan yang Dia lakukan yaitu:

Tanggapan Budi Asali:
Rencana Tuhan berbeda dengan pra-pengetahuanNya! Kalau kamu pakai istilah jangan ngawur saja!
Dan baik rencana Tuhan maupun pra pengetahuanNya tak bisa dicemari oleh manusia / dosa manusia!


Teguh Hindarto:

Ciptaan-Nya Mencerminkan kemuliaan YHWH (Mzm 19:2)
Ciptaan-Nya Mencerminkan kekuasaan YHWH (Mzm 50:6)


Tanggapan Budi Asali:
Kalau ini rencana Tuhan, bukankah ini memang dicemari oleh dosa? BuktiNya ciptaanNya banyak yang sesat seperti kamu, sehingga sama sekali tidak memuliakan Tuhan!


Teguh Hindarto:

FAKTANYA Kitab Suci memberikan kesaksian bahwa dosa MASUK dan MENCEMARI rencana Tuhan mengenai penciptaan yang semula ditetapkan untuk mencerminkan kemuliaan dan kekuasaan YHWH justru harus kehilangan kemuliaan yang berujung pada kefanaan yang dialami Adam dan Hawa dan kerusakan moralitas manusia.


Tanggapan Budi Asali:
Jadi, mula-mula Tuhan rencanakan Adam dan Hawa hidup yang kekal? Lalu dosa mencemari rencana Tuhan sehingga akhirnya berubah? Hehehe, lucu sekali.
Ayub 42:1-2 - “(1) Maka jawab Ayub kepada TUHAN: (2) ‘Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal.”.

Teguh Hindarto:

Budi Azali mengatakan, “c)   Allah memang merencanakan / menetapkan kejatuhan Adam ke dalam dosa.Inilah satu-satunya kemungkinan yang tertinggal, dan inilah satu-satunya kemungkinan yang benar, dan ini menunjukkan bahwa dosa sudah ada dalam Rencana Allah”. Jika dosa sudah ada dalam rencana Tuhan maka sejumlah pertanyaan ini harus dijawab sbb:
1.       Apa alasan Tuhan membuat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa?
2.   Tuhan merencanakan dosa berarti Tuhanlah penanggung jawab dan aktor atas dosa dan pelanggaran  Adam dan Hawa. Dimanakah letak rasionalitas pernyataan ini?
3.   Jika Tuhan merencanakan dan menciptakan dosa maka dalam diri Tuhan ada dosa dan sifat-sifat negatif yang dihubungkan dengan dosa?

    
 Tanggapan Budi Asali:
1)  Anda mau keminter, dan lebih bijaksana dari Tuhan? Dia mau seperti itu. TITIK! Anda tak menjawab argumentasi saya yang tentang 3 kemungkinan itu. Ayo jawab dulu, baru tanya / serang balik!
    Mau tahu mengapa Allah tetapkan dosa? Karena kalau tak ada dosa, kasih Allah yang menebus dan menyelamatkan orang-orang yang tak layak diselamatkan, tak bisa terlihat. Kalau tak ada dosa, kesucian Allah yang membenci dosa juga tak terlihat. Kalau tak ada dosa, keadilan Allah yang menghukum orang berdosa juga tak terlihat! Kalau tak ada dosa, kedaulatan Allah yang memilih orang-orang yang diselamatkan juga tak terlihat!

 2)Tuhan merencanakan, tetapi yang melaksanakan adalah Adam dan Hawa. Mereka yang salah, bukan Tuhan. Coba lihat ayat ini.
    Luk 22:22 - “Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!’”.
    Jelas ayat ini menunjukkan bahwa Yudas Iskariot mengkhianati Yesus merupakan sesuatu yang telah ditetapkan. Teapi ayat ini mengatakan bahwa yang bertanggung jawab adalah Yudas Iskariot sendiri! Anda tak terima dengan hal ini? Coba baca ayat ini.
     Ro 9:19-21 - “(19) Sekarang kamu akan berkata kepadaku: ‘Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkanNya? Sebab siapa yang menentang kehendakNya?’ (20) Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: ‘Mengapakah engkau membentuk aku demikian?’ (21) Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?”.

    Buang rasio anda yang coba-coba minteri Tuhan! Rasio tujuannya untuk mengerti Firman Tuhan (dengan terang Roh Kudus), dan sesudah itu bukan mempertanyakannya, tetapi tunduk!

 3) Menentukan tak ada urusannya dengan Dia sendiri berdosa! Kalau melakukan, baru Dia berd0sa. Saya tetap percaya kesucian Allah.
    Juga kalau anda tak setuju dengan istilah ‘menentukan / merencanakan’ dosa, dan tujuan anda adalah membela kesucian Allah, maka saya tegaskan: kalau anda pakai istilah Allah ‘mengijinkan’ dosa, anda juga tak terhindar dari hal yang sama. Kalau Allah menentukan dosa dianggap sebagai Allahnya berdosa, maka apa bedanya dengan Allah mengijinkan dosa? Ia mengijinkan dosa , padahal Ia bisa mencegahnya, apakah itu tidak dosa? Dosa pasif bukan?

Teguh Hindarto:

Apakah YHWH menciptakan adanya dosa? Tidak! Dosa adalah pelanggaran terhadap Hukum YHWH oleh manusia. Jika YHWH menciptakan dosa, berarti dalam diri YHWH ada dosa dan ini tidak mungkin

Budi Asali:

Calvinist juga tak percaya Allah sebagai pencipta dosa. Menentukan dosa, dan mengatur (secara pasif) terjadinya dosa, berbeda dengan menciptakan dosa.

Teguh Hindarto:

Menentukan artinya merencanakan secara tetap. Dengan kata lain menakdirkan. Itu setara dengan menciptakan masuknya dosa dalam kehidupan Adam dan Hawa

Tanggapan Budi Asali:
Buktikan kalau menentukan, mentakdirkan, merencanakan setara dengan menciptakan! Pakai dasar Alkitab, kalau kamu memang Alkitabiah.
Kalau menentukan dsb, saya punya dasar, dan sudah saya berikan. Kalau menciptakan setara dengan itu, beri buktinya!
Yang melakukan dosa adalah manusia, jadi bukan Allah yang ciptakan dosa.


Teguh Hindarto:

Apakah YHWH bertanggung jawab terhadap kejatuhan manusia dalam dosa? Tidak! YHWH sudah memberi peringatan kepada manusia sebelumnya. Kejatuhan adalah tanggung jawab manusia. Namun semua yang terjadi atas sepengetahuan dan seijin YHWH

 Budi Asali:

Ada 2 kata dari kalimat anda di atas yang akan  saya bahas:

1) ‘Sepengetahuan’.

Kalau Dia maha tahu, Dia pasti tahu apapun yang akan terjadi sejak minus tak terhingga. Kalau Dia tahu, maka apa yang Dia tahu pasti terjadi. Kalau pasti terjadi, maka semua itu sudah tertentu. Kalau sudah tertentu, siapa yang menentukan? Pada saat itu hanya ada Allah saja! Calvinist mengatakan: Allah yang menentukan. Kalau tak setuju jawaban ini, berikan jawaban alternatif. Bagaimana mungkin pada minus tak terhingga segala sesuatu sudah tertentu?

2) ‘Seijin’.

R. C. Sproul: “That God in some sense foreordains whatever comes to pass is a necessary result of his sovereignty. ... everything that happens must at least happen by his permission. If he permits something, then he must decide to allow it. If He decides to allow something, then is a sense he is foreordaining it. ... To say that God foreordains all that comes to pass is simply to say that God is sovereign over his entire creation. If something could come to pass apart from his sovereign permission, then that which came to pass would frustrate his sovereignty. If God refused to permit something to happen and it happened anyway, then whatever caused it to happen would have more authority and power than God himself. If there is any part of creation outside of God’s sovereignty, then God is simply not sovereign. If God is not sovereign, then God is not God. ... Without sovereignty God cannot be God. If we reject divine sovereignty then we must embrace atheism” (= Bahwa Allah dalam arti tertentu menentukan apapun yang akan terjadi merupakan akibat yang harus ada dari kedaulatanNya. ... segala sesuatu yang terjadi setidaknya harus terjadi karena ijinNya. Jika Ia mengijinkan sesuatu, maka Ia pasti memutuskan untuk mengijinkannya. Jika Ia memutuskan untuk mengijinkan sesuatu, maka dalam arti tertentu Ia menentukannya. ... Mengatakan bahwa Allah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi adalah sama dengan mengatakan bahwa Allah itu berdaulat atas segala ciptaanNya. Jika ada sesuatu yang bisa terjadi di luar ijinNya yang berdaulat, maka apa yang terjadi itu menghalangi kedaulatanNya. Jika Allah menolak untuk mengijinkan sesuatu dan hal itu tetap terjadi, maka apapun yang menyebabkan hal itu terjadi mempunyai otoritas dan kuasa yang lebih besar dari Allah sendiri. Jika ada bagian dari ciptaan berada di luar kedaulatan Allah, maka Allah itu tidak berdaulat. Jika Allah tidak berdaulat, maka Allah itu bukanlah Allah. ... Tanpa kedaulatan Allah tidak bisa menjadi / adalah Allah. Jika kita menolak kedaulatan ilahi, maka kita harus mempercayai atheisme) - ‘Chosen By God’, hal 26-27.

Teguh Hindarto:

Frasa “sepengetahuan” dan “seijin” tentu saja berada dalam lingkup kemahakuasaan dan kedaulatan Tuhan YHWH. Namun itu bukan sebuah rencana dan penetapan yang datang dari dirinya. Toch faktanya tidak pernah ada ayat yang mengatakan bahwa Tuhan merencanakan dan menetapkan dosa masuk dalam dunia? Rencananya sudah jelas  adalah penciptaan dan penebusan bukan masuknya dosa yang mencemari rencananya.

Tanggapan Budi Asali:
Anda jangan lari dari serangan saya. Jawab pertanyaan saya. Apa alternatif jawabannya? Bagaimana mungkin pada minus tak terhingga segala sesuatu (termasuk dosa) sudah tertentu?
Anda juga tak menjawab bagian kedua dari kata-kata saya. Memberi ijin, secara tak langsung adalah menghendaki. Kalau tak menghendaki, jangan diberi ijin, habis perkara!


Teguh Hindarto:

Mengapa YHWH mengijinkan kejatuhan manusia dalam dosa? YHWH, dalam Kemaha tahuanNya, telah melihat bahwa manusia akan memberontak terhadap diriNya. Dalam KemahatahuanNya, YHWH telah MERENCANAKAN untuk memulihkan, menyelamatkan, menebus ciptaan (dunia dan manusia)

Budi Asali:

Lucu sekali. Ia merencanakan ‘obat’nya, tetapi tidak merencanakan ‘penyakit’nya? Kalau penyakitnya tidak ditentukan, berarti bisa terjadi bisa tidak. Bagaimana kalau tidak terjadi? Lalu apa gunanya obatnya?

Disamping itu, kalau sesuatu belum ditentukan oleh Allah, Ia sendiri tidak mungkin tahu akan hal itu. Ini mungkin sukar dimengerti / diterima. Tetapi coba pikir, kalau sesuatu belum ditentukan, maka dari sudut pandang Allahpun, itu bisa terjadi dan bisa tidak. Jadi dari sudut pandang Allahpun itu tidak pasti. Bisakah Allah mengetahuiSECARA PASTI, sesuatu yang dari sudut pandangNya sendiri TIDAK PASTI?

 
Teguh Hindarto:

Andalah yang menggelikan. Apakah seorang dokter merencanakan sebuah penyakit HIV, Antrax, TBC, DBD dll dan kemudian menyiapkan obatnya? Yang benar adalah ada kejadian dan kasus munculnya virus dan penyakit, kemudian direncanakan obatnya.
Dalam perspektif Tuhan, tentu Tuhan merencanakan penebusan bukan setelah dosa masuk dalam dunia melainkan sebelum dosa masuk ke dalam dunia, Tuhan YHWH sudah mengetahui bahwa itu bakal terjadi dan Dia menyiapkan obatnya yaitu Penebusan.

Tanggapan Budi Asali:
Lagi-lagi anda tak menjawab pertanyaan saya. Kebiasaan anda hanya muter2 dan lari ke tempat lain kalau tak bisa menjawab! Jawab saya: kalau ‘penyakit’nya (dosa) tak ditentukan, tetapi ‘obat’nya (penebusan) ditentukan, bagaimana kalau ternyata dosa tak terjadi? Jawab ini, jangan mbulet saja!
Anda buat ilustrasi dokter. Apakah dokter = Allah? Dia tidak maha tahu, tak punya kuasa menentukan, tentu saja beda dengan Allah! Anda sendiri mengatakan, dalam kasus dokter, penyakit muncul dulu, baru dokter cari obatnya. Dalam kasus Allah, anda mengatakan obatnya sudah direncanakan sebelum penyakitnya muncul. Beda kan? Jadi jelas, ilustrasi anda tidak cocok!
Allah maha tahu, dan itu berarti tahu segala sesuatu yang akan terjadi. Dan itu berarti segala sesuatu itu pasti terjadi, dan itu berarti segala sesuatu sudah tertentu. Jadi, pasti Dia yang menentukan!
Anda sendiri mengatakan sebelum dosa masuk ke dalam dunia Allah sudah menentukan penebusan. Berarti sebelum dosa masuk, kepastian dosa masuk itu sudah ada bukan? Lalu siapa yang memastikan?


Teguh Hindarto:

Predestinasi YHWH

Sebelum langit dan bumi serta manusia diciptakan, YHWH telah melakukan beberapa karya sbb:

Menetapkan, merencanakan untuk menebus ciptaan

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas” (1 Ptr 1:18)

Budi Asali:

Kalau ‘Yesus menebus dosa manusia’ sudah ditetapkan, bagaimana mungkin dosa yang akan ditebus tidak ditetapkan? Dan juga penebusan Yesus mengharuskan Ia mati dibunuh melalui salib. Pembunuhannya harus ditentukan bukan? Dan pembunuhan terhadap Dia adalah dosa bukan?

Kis 4:27-28 - “(27) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi, (28) untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu”.

Charles Hodge: “The crucifixion of Christ was beyond doubt foreordained of God. It was, however, the greatest crime ever committed. It is therefore beyond all doubt the doctrine of the Bible that sin is foreordained” (= Penyaliban Kristus tidak diragukan lagi ditentukan lebih dulu oleh Allah. Tetapi itu adalah tindakan kriminal terbesar yang pernah dilakukan. Karena itu tidak perlu diragukan lagi bahwa dosa ditentukan lebih dulu merupakan doktrin / ajaran dari Alkitab) - ‘Systematic Theology’, vol I, hal 544.

Charles Hodge: “it is utterly irrational to contend that God cannot foreordain sin, if He foreordained (as no Christian doubts) the crucifixion of Christ” [= adalah sama sekali tidak rasionil untuk berpendapat bahwa Allah tidak bisa menentukan dosa, jika Ia menentukan (seperti yang tidak ada orang kristen yang meragukan) penyaliban Kristus] - ‘Systematic Theology’, vol I, hal 547.

Teguh Hindarto:

Dalam terminologi Jawa dikenal istilah WINGKA yaitu nama untuk hasil cetakan GENTHENG (genting /atap) yang gagal atau cacat. Apakah pembuat genting membuat Wingka atau membuat Genting? Adakah pembuat GENTHENG merencanakan membuat WINGKA? Mustahil!

Tanggapan Budi Asali:
Anda samakan Allah dengan pembuat genteng? Hebat sekali! Selalu membuat ilustrasi yang tak cocok! Pembuat genteng tidak maha tahu dan tidak maha kuasa. Jadi tentu bisa keliru dalam membuat atau merencanakan. Tetapi Allah maha tahu dan maha kuasa. Jadi tak ada rencanaNya yang gagal. Ayub 42:1-2!

Teguh Hindarto:

Demikian pula mustahil Tuhan menetapkan dan merencanakan masuknya dosa ke dalam dunia dan menyebabkan manusia Adam dan Hawa terjatuh dalam dosa yang berujung kepada kefanaan karena jika benar demikian yang terjadi, maka Tuhan yang bertanggungjawab atas dosa Adam dan Hawa bukan Adam dan Hawa. Dosa adalah pelanggaran sadar oleh Adam dan Hawa, mahluk ciptaan Tuhan. Pelanggaran tersebut dikarenakan Tuhan memberikan kehendak bebas untuk memilih dan bertindak.

Tanggapan Budi Asali:
Anda hanya ngomong tanpa dasar Alkitab!
Jawab ayat-ayat ini (semuanya menunjukkan Allah menentukan dosa):
Kis 4:27-28 - “(27) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi, (28) untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu.

Daniel 11:36 - “Raja itu akan berbuat sekehendak hati; ia akan meninggikan dan membesarkan dirinya terhadap setiap allah. Juga terhadap Allah yang mengatasi segala allah ia akan mengucapkan kata-kata yang tak senonoh sama sekali, dan ia akan beruntung sampai akhir murka itu; sebab apa yang telah ditetapkan akan terjadi.

Hab 1:12 - “Bukankah Engkau, ya TUHAN, dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami. Ya TUHAN, telah Kautetapkan dia untuk menghukumkan; ya Gunung Batu, telah Kautentukan dia untuk menyiksa.

Luk 22:22 - “Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan”.

Kis 2:23 - “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka”.


Teguh Hindarto:

Menetapkan, merencanakan untuk memanggil manusia dalam rencana penyelamatan
“Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Mesias” (Rm 1:6)
Menetapkan, merencanakan untuk memilih manusia dalam rencaana penyelamatan
“Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya” (1 Ptr 1:20)

Budi Asali:

Kalau nulis ayat jangan ngawur bung! Kamu tulis 1Pet 1:20, tetapi bunyi ayatnya dari Gal 1:15!

Allah merencanakan untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Lagi-lagi, kalau dosanya tidak ditentukan dulu, tidak mungkin Ia merencanakan penyelamatan manusia DARI DOSA!

Teguh Hindarto:

Salah tulisan itu manusiawi dan lumrah. Anda saja yang tidak manusiawi dan tidak lumrah mempersoalkan hal-hal yang tidak signifikan dengan diskusi kita!

Tanggapan Budi Asali:
Ini bukan hanya debat antara kamu dan saya, tetapi dibaca oleh banyak orang, jadi saya mau mereka tahu yang benar itu bagaimana. Kalau mereka periksa ayatnya dan lalu ternyata tak ada bagaimana?
Dan kalau kata-kata awal saya dianggap tidak signifikan, bagian akhirnya jelas signifikan. Tetapi malah anda loncati! Ayo jawab!


Teguh Hindarto:

Rencana kekal-Nya yang telah disusun sebelum dunia tercipta, dikarenakan Dia mengetahui kejatuhan manusia dalam dosa, sehingga Dia merencanaakan pemulihan seperti semula

Arti Pemilihan YHWH Terhadap Manusia

Pemilihan dilakukan berdasarkan KASIH KARUNIA dan kemurahanNya. YHWH mengaruniakan keselamatan dan hidup kekal sebagaimana dikatakan: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan” (Ef 2:8)

Dan juga dikatakan, “Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya” (Rm 9:18)
Apakah jika seseorang telah dipilih/dipanggil sebelum langit dan bumi tercipta, berarti dia telah tercatat di Sorga dan tidak mungkin kehilangan keselamatan? Golongan Calvinis sangat percaya perihal doktrin “sekali selamat tetap selamat”.

Budi Asali:

Saya tanya balik: apakah anda percaya rencana Allah tentang pemilihannya bisa gagal? Ini bertentangan dengan Ayub 42:2 dabn sederetan ayat-ayat lain yang sudah saya berikan di atas.

Teguh Hindarto:

Kehilangan keselamatan BUKANLAH KEGAGALAN RENCANA TUHAN melainkan kegagalan manusia dalam mempertahankan dan memelihara keselamatan yang telah Tuhan YHWH percayakan padanya. Apakah ketika seorang membunuh orang lain atau ketika seseorang melakukan tindakan bunuh diri maka Tuhan telah menetapkan dan merencanakan kematian orang tersebut dengan cara sedemikian?

Tanggapan Budi Asali:
Lho, anda mengatakan Allah merencanakan untuk memilih, bukan? Kalau yang dipilih ternyata tidak selamat, rencana Allah gagal bukan?
Tentang orang bunuh, ataupun bunuh diri, bahkan semua dosa-dosa bejat yang lain, kalau itu terjadi, itu memang ditetapkan! Saya bilang ‘segala sesuatu’ ditentukan, tak ada kecuali!
Mau dasar Alkitab?
Yer 19:9 - Aku akan membuat mereka memakan daging anak-anaknya laki-laki dan daging anak-anaknya perempuan, dan setiap orang memakan daging temannya, dalam keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhnya kepada mereka dan oleh orang-orang yang ingin mencabut nyawa mereka”.
Yer 47:6-7 - “(6) Ah, pedang TUHAN, berapa lama lagi baru engkau berhenti? Masuklah kembali ke dalam sarungmu, jadilah tenang dan beristirahatlah! (7) Tetapi bagaimana ia dapat berhenti? Bukankah TUHAN memerintahkannya? Ke Askelon dan ke tepi pantai laut, ke sanalah Ia menyuruhnya!’”.
Ayat ini menyatakan pedang Firaun / Mesir yang membunuhi orang Filistin, sebagai ‘pedang Tuhan’, dan pembantaian itu sebagai perintah Tuhan!
Yeh 14:9 - “Jikalau nabi itu membiarkan dirinya tergoda dengan mengatakan suatu ucapan - Aku, TUHAN yang menggoda nabi itu - maka Aku akan mengacungkan tanganKu melawan dia dan memunahkannya dari tengah-tengah umatKu Israel”.
Hab 1:6,12 - “(6) Sebab, sesungguhnya, Akulah yang membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang garang dan tangkas itu, yang melintasi lintang bujur bumi untuk menduduki tempat kediaman, yang bukan kepunyaan mereka. ... (12) Bukankah Engkau, ya TUHAN, dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami. Ya TUHAN, telah Kautetapkan dia untuk menghukumkan; ya Gunung Batu, telah Kautentukan dia untuk menyiksa.
Tuhan membangkitkan / menentukan orang Kasdim untuk membunuh / menghukum / menyiksa.
Zakh 14:2 - Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu”.
Ayat ini mengatakan bahwa Tuhan bekerja mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yehuda / Yerusalem dan mengalahkannya, lalu merampok dan bahkan melakukan pemerkosaan di sana.
1Taw 10:4,14 - “(4) Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: ‘Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini memperlakukan aku sebagai permainan.’ Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya. ... (14) dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai”.
Sekalipun dalam ay 4 dikatakan bahwa Saul mati bunuh diri, tetapi dalam ay 14 tetap dikatakan ‘Tuhan membunuh dia’.
1Raja 22:19-23 - “(19) Kata Mikha: ‘Sebab itu dengarkanlah firman TUHAN. Aku telah melihat TUHAN sedang duduk di atas takhtaNya dan segenap tentara sorga berdiri di dekatNya, di sebelah kananNya dan di sebelah kiriNya. (20) Dan TUHAN berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead? Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu. (21) Kemudian tampillah suatu roh, lalu berdiri di hadapan TUHAN. Ia berkata: Aku ini akan membujuknya. TUHAN bertanya kepadanya: Dengan apa? (22) Jawabnya: Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Ia berfirman: Biarlah engkau membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan perbuatlah demikian! (23) Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut semua nabimu ini, sebab TUHAN telah menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu.’” (bdk. 2Taw 18:19-22).
Ini merupakan bagian Kitab Suci yang sangat aneh! Tuhan ‘kongkalikong’ / melakukan kolusi dengan setan? Tidak, karena ini lagi-lagi menunjukkan Tuhan sebagai first cause dan setan sebagai second cause pada peristiwa penyesatan oleh nabi-nabi palsu terhadap Ahab.
2Sam 16:10-11 - “(10) Tetapi kata raja: ‘Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?’ (11) Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua pegawainya: ‘Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian.
Daud / ayat ini mengatakan bahwa Tuhan ‘menyuruh’ Simei mengutuki Daud. Tetapi kata ‘menyuruh’ di sini tentu tidak bisa diartikan seakan-akan Tuhan betul-betul berfirman kepada Simei supaya mengutuki Daud. Kata ‘menyuruh’ di sini harus diartikan ‘bekerja sehingga’ atau ‘mengatur sehingga’. Penafsiran ini bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, karena penafsiran ini sejalan dengan beberapa ayat yang lain seperti:
*        Kej 45:7-8 yang mengatakan bahwa Allah ‘menyuruh’ Yusuf ke Mesir untuk memelihara Israel. Bandingkan juga dengan Maz 105:17 yang menggunakan istilah ‘diutusNya’. Padahal Allah sama sekali tidak pernah berfirman untuk menyuruh / mengutus Yusuf pergi ke Mesir. Yusuf pergi ke Mesir karena dipaksa oleh sikon, yaitu pada waktu ia dijual sebagai budak. Tetapi karena ini semua merupakan pengaturan Allah, maka digunakan istilah Allah ‘menyuruh’ / ‘mengutus’.
*        1Raja 17:4,9 dimana Allah berfirman kepada Elia bahwa Ia telah ‘memerintahkan’ burung gagak dan seorang janda di Sarfat untuk memberi makan Elia. Tetapi Allah tidak betul-betul berbicara kepada burung gagaknya, melainkan Allah hanya ‘mengatur’ sehingga burung gagak itu memberi makan Elia. Demikian juga dengan janda di Sarfat itu. Pada waktu Elia sampai di Sarfat, janda itu tidak tahu apa-apa tentang persoalan memberi makan Elia. Jadi jelas bahwa Tuhan tidak betul-betul berfirman kepadanya supaya ia memberi makan Elia. Tuhan hanya ‘mengatur’ supaya janda itu memberi makan Elia.

2Sam 12:11 - “Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan” (bdk. 2Sam 16:20-23).
Ayat ini menunjukkan bahwa peristiwa hubungan sex antara Absalom dan gundik-gundik Daud, yang bisa dikatakan merupakan perkosaan dan incest (perzinahan dalam keluarga) merupakan pekerjaan Tuhan!
Hak 14:4 - “Tetapi ayahnya dan ibunya tidak tahu bahwa hal itu dari pada TUHAN asalnya: sebab memang Simson harus mencari gara-gara terhadap orang Filistin. Karena pada masa itu orang Filistin menguasai orang Israel”.

Simson mau kawin dengan orang Filistin / kafir (Hak 14:1-2), dan ayahnya menasehatinya untuk tidak melakukan hal itu, karena itu jelas adalah dosa (Hak 14:3). Dan dalam ay 4 dikatakan bahwa hal itu datang dari Tuhan, karena Tuhan menghendaki Simson mencari gara-gara terhadap orang Filistin!
Yos 11:20 - “Karena TUHAN yang menyebabkan hati orang-orang itu menjadi keras, sehingga mereka berperang melawan orang Israel, supaya mereka ditumpas, dan jangan dikasihani, tetapi dipunahkan, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa”.
Ayat ini mengatakan bahwa Allah mengeraskan hati orang Kanaan supaya mereka tidak dikasihani tetapi ditumpas.
Kel 21:13 - Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan tangannya ditentukan Allah melakukan itu, maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari”.
1Raja 22:34 - “Tetapi seseorang menarik panahnya dan menembak dengan sembarangan saja dan mengenai raja Israel di antara sambungan baju zirahnya. Kemudian ia berkata kepada pengemudi keretanya: ‘Putar! Bawa aku keluar dari pertempuran, sebab aku sudah luka.’”.
Kitab Suci Indonesia: ‘menembak dengan sembarangan.
KJV/RSV: ‘drew a bow at a venture (= menarik busurnya secara untung-untungan).
NIV/NASB: ‘drew his bow at random (= menarik busurnya secara sembarangan).
Catatan: Kata bentuk jamaknya muncul dalam 2Sam 15:11 dan dalam Kitab Suci Indonesia diterjemahkan ‘tanpa curiga’.
NIV: ‘quite innocently’ (= dengan tak bersalah).
NASB: ‘innocently’ (= dengan tak bersalah).
KJV/RSV: ‘in their simplicity’ (= dalam kesederhanaan mereka).
Pulpit Commentary: “An unknown, unconscious archer. The arrow that pierced Ahab’s corselet was shot ‘in simplicity,’ without deliberate aim, with no thought of striking the king. It was an unseen Hand that guided that chance shaft to its destination. It was truly ‘the arrow of the Lord’s vengeance.’” (= Seorang pemanah yang tak dikenal, dan yang tak menyadari tindakannya. Panah yang menusuk pakaian perang Ahab ditembakkan ‘dalam kesederhanaan’, tanpa tujuan yang disengaja, dan tanpa pikiran untuk menyerang sang raja. Adalah ‘Tangan yang tak kelihatan’ yang memimpin ‘panah kebetulan’ itu pada tujuannya. Itu betul-betul merupakan ‘panah pembalasan Tuhan’) - hal 545.
Pulpit Commentary: “how useless are disguises when the providence of Omniscience is concerned! Ahab might hide himself from the Syrians, but he could not hide himself from God. Neither could he hide himself from angels and devils, who are instruments of Divine Providence, ever influencing men, and even natural laws, or forces of nature” (= betapa tidak bergunanya penyamaran pada waktu providensia dari Yang Mahatahu yang dipersoalkan! Ahab bisa menyembunyikan dirinya dari orang Aram, tetapi ia tidak bisa menyembunyikan dirinya dari Allah. Ia juga tidak bisa menyembunyikan dirinya dari malaikat dan setan, yang merupakan alat-alat dari Providensia Ilahi, yang selalu mempengaruhi manusia, dan bahkan hukum-hukum alam, atau kuasa / kekuatan alam) - hal 552.
Pulpit Commentary: “The chance shot. The success of Ahab’s device only served to make the blow come more plainly from the hand of God. Benhadad’s purpose could be baffled, but not His. There is no escape from God” (= Tembakan kebetulan. Sukses dari muslihat Ahab hanya berfungsi untuk membuat kelihatan dengan lebih jelas bahwa serangan itu datang dari tangan Allah. Tujuan / rencana Benhadad bisa digagalkan / dihalangi, tetapi tidak tujuan / rencanaNya. Tidak ada jalan untuk lolos dari Allah) - hal 557.
Jadi, ini lagi-lagi menunjukkan bahwa tidak ada ‘kebetulan’. Semua yang kelihatannya merupakan kebetulan, diatur oleh Allah.


Teguh Hindarto:

Yohanes Calvin merumuskan suatu ajaran yang dikenal oleh kalangan Calvinisme sebagai Dotrin Predestinasi atau Ketetapan Tuhan. Rev. Gregory S. Neal mendefinisikan Predestinasi sbb, “Predestination is the doctrine which attempts to describe justification as the decision and act of God alone--an act based upon no external determinants, but only on God's own, divine decision. Additionally, it is held that those who are not elected to salvation are, through Divine will, elected to damnation. In this, 'double predestination' is, in fact, accepted. God elects people to both redemption and to reprobation” [1](Predestinasi adalah doktrin yang mencoba untuk menggambarkan pembenaran sebagai keputusan dan tindakan Tuhan sendiri - sebuah tindakan yang tidak berdasarkan faktor-faktor penentu eksternal, tapi hanya pada keputusan Ilahi dari Tuhan sendiri. Selain itu  dinyatakan bahwa mereka yang tidak terpilih untuk keselamatan terpilih untuk menerima hukuman. Dalam hal ini, “predestinasi ganda” pada kenyataannya, diterima. Disatu sisi Tuhan  memilih orang baik untuk penebusan maupun untuk kutukan).

Rumusan doktrin itu diringkaskan dalam bentuk akrostik TULIP sbb:
T    - Total Depravity (Kerusakan Total)
U   - Unconditional Election (Pemilihan Tak Bersyarat)
L    - Limited Atonement (Penebusan yang Terbatas)
I     - Irresistible Grace (Anugrah yang Tidak Dapat Ditolak)
P    - Perseverance of the Saints (Ketekunan Orang-orang  Kudus)[2]

Budi Asali:

Predestinasi hanya point ke 2 dari TULIP! Bukannya itu diringkas menjadi TULIP!

Teguh Hindarto:

Pemahaman Predestinasi satu paket yang diringkas dalam akronim TULIP. Yang satu didasarkan atas landasan yang lain. Jika fundasi yang satu roboh maka roboh bangunan doktrin lainnya


Teguh Hindarto:

Benarkah pemahaman “sekali selamat tetap selamat?” Tanpa menampik pemahaman yang brilian dari Yohanes Calvin namun terhadap pemahaman yang satu ini, saya tidak sependapat. Keselamatan bisa hilang jika kita tidak menjaganya dengan kesungguhan.

Budi Asali:

Kalau begitu, untuk tetap selamat, orang harus melakukan sesuatu! Ini menjurus pada doktrin keselamatan karena perbuatan baik, yang jelas-jelas adalah ajaran sesat!

Teguh Hindarto:

Anda memberikan komentar dan pendapat namun terlepas dari alasan yang saya buat dan Anda potong konteksnya. Pernyataan di atas didasarkan pengkajian dan pemahaman terhadap sejumlah ayat sbb:

Bangsa Israel sebagai bangsa pilihanpun dapat/berpotensi untuk memberontak dan kehilangan kemurahan YHWH sebagaimana dikatakan: “Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "YHWH, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?" Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Mesias. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."  Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak menc ari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku." Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah”. (Rm 10:16-21)

Rasul Paul mengingatkan bahwa keselamatan dan kehidupan kekal membutuhkan kondisi tertentu keteguhan pada keyakinan tersebut sebagaimana dikatakan: “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Mesias, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula” (Ibr 3:14)
Bahkan sabda Yesus memberikan penegasan perihal orang-orang tertentu yang akan dihapus dari Kitab Kehidupan yaitu mereka yang tidak berjuang mempertahankan iman sampai penghabisan dan murtad dari Tuhan sebagaimana dikatakan: “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya” (Why 3:5).

Kekuatiran dan pertanyaan Anda, “Kalau begitu, untuk tetap selamat, orang harus melakukan sesuatu! Ini menjurus pada doktrin keselamatan karena perbuatan baik, yang jelas-jelas adalah ajaran sesat!” sebenarnya tidak relevan diajukan karena pernyataan saya di atas tidak sedang melandaskan pada pemahaman bahwa perbuatan baik mendatangkan keselamatan? Sebaliknya mempertanyakan validitas dogma “sekali selamat tetap selamat?”

Nampaknya Anda kurang berbuat baik dan tidak mengajarkan kedudukan perbuatan baik dengan cara yang baik sehingga tidak mengerti bahwa perbuatan baik memiliki nilai dalam kekekalan.

Tanggapan Budi Asali:
Hmmm, sikap tidak fair anda dalam berdebat, dan juga dusta anda dalam pengajaran tentang Yhwh-isme, itu sikap yang baik? Saya baru adakan seminar YHWH-isme lagi di HFC, dan orang-orang YHWH-isme datang dan sengaja buat keributan. Itu kelompok anda? Hehehe, kebanyakan tak punya etika dan kurang ajar sekali. Juga kebanyakan adalah pendusta seperti anda. Sikap yang sangat baik! Hehehe.
Mau tahu saya mengajar berbuat baik atau tidak? Datang ke gereja saya dan dengar sendiri. Atau baca tulisan saya dalam web kami!
Saya mengajar berbuat baik tetapi bukan untuk menjaga keselamatan! Keselamatan sudah pasti, dan tidak bisa hilang, dan sebagai tanda syukur dan tanda cinta kepada Allah, maka kami berbuat baik!



Teguh Hindarto:

Apa Yang Kita Bawa Saat Meninggal?

Ada satu hal yang diabaikan oleh orang Kristen perihal apa yang akan dibawa saat orang Kristen meninggal dan menghadap Tuhan? Ada banyak perilaku tidak biblikal dari orang-orang Kristen dimana saat jenasah dimasukkan peti diberi Kitab Suci di tangannya. Bukankah Kita Suci seharusnya dibaca dan direnungkan oleh orang-orang yang hidup?

Kitab Suci baik TaNaKh maupun Kitab Perjanjian Baru mengajarkan perihal fungsi dan kedudukan serta nilai perbuatan baik dalam kekelalan. Kita akan mengkajinya secara singkat.

Fungsi Dan Kedudukan Perbuatan Baik

Sebelum kita mengupas nilai dari perbuatan baik hendaklah kita memahami fungsi dan kedudukan perbuatan baik dalam kehidupan pengikut Mesias.

Rasul Yakobus (Ya’aqov) mengatakan sbb: “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (Yak 2:14-17).

Fungsi perbuatan adalah MENYEMPURNAKAN dan MEMBUKTIKAN bahwa seseorang memiliki iman sebagaimana dikatakan: “Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku." (Yak 2:18) dan “Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna” (Yak 2:22).

Tanggapan Budi Asali:
Kata-kata anda tentang ‘membuktikan’ saya setuju, tetapi tentang ‘menyempurnakan’ tidak!
Kalau ‘menjadi sempurna’ dihurufiahkan seperti itu, maka itu lagi-lagi menjadi ajaran sesat keselamatan karena perbuatan baik!
Calvin: It is said to have been perfected by works, not because it received thence its own perfection, but because it was thus proved to be true (= Dikatakan bahwa iman disempurnakan oleh perbuatan-perbuatan, bukan karena iman itu menerima kesempurnaanya sendiri dari sana, tetapi karena dengan demikian iman itu dibuktikan sebagai benar).


Teguh Hindarto:

Rasul Paul mengatakan dalam suratnya bahwa Kitab Suci dapat melengkapi kita dengan pedoman-pedoman berbuat baik. Muara akhir pembacaan dan pemahaman atas Kitab Suci adalah berbuat baik sebagaimana dikatakan: “Segala tulisan yang diilhamkan Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Tuhan diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim 3:16-17). Perbuatan baik adalah PENGAMALAN seseorang akan perintah-perintah Tuhan.

Nilai Dan Upah Perbuatan Baik

Setelah kita mengulas fungsi dan kedudukan perbuatan baik marilah kita menggali nilai dan upah dari perbuatan baik.

Rasul Paul mengatakan sbb: “Jangan sesat! Tuhan tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Gal 6:7-9).

Dalam suratnya yang lain Rasul Paul mengingatkan sbb: “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Tuhan mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Tuhan sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” (2 Kor 9:6-8)

Dua kutipan surat di atas memberikan penegasan pada kita bahwa seberapa banyak yang kita perbuat entah menolong orang atau memberikan tsedaqah kita dalam bentuk harta kepada yang memerlukannya, akan BERDAMPAK dalam kehidupan kita. Seberapa banyak kita berbuat, demikianlah yang akan kita terima dalam kehidupan ini. Oleh karenanya, janganlah jemu dalam berbuat kebajikan agar kita memperoleh kebajikan dan kemurahan Tuhan dalam kehidupan di dunia ini.

Tanggapan Budi Asali:
Makin lama makin kelihatan kesesatan anda. Kita mendapat kemurahan / kasih Allah dulu, baru kita bisa percaya dan berbuat baik, atau kita berbuat baik dulu baru mendapat kemurahan / kasih Allah?
Ro 5:8 - “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”.

Teguh Hindarto:

Saya sering melihat dan menggemari salah satu tayangan di televisi swasta yang berjudul “Minta Tolong”. Tayangan ini menyiarkan bagaimana respon orang-orang kaya ketika seseorang meminta tolong sesuatu darinya sangat jauh berbeda dengan orang-orang miskin. Justru yang selalu memiliki kepekaan sosial dalam menolong adalah orang-orang yang marjinal secara ekonomi dan sosial sehingga mereka akhirnnya menerima upah dan berkat dari penyelenggara program siaran tersebut. Demikian pula jika kita tekiun dan rela dalam berbuat kebaikan tanpa mengharap upah dan pahala, maka Tuhan akan menyediakan upah dan pahala berupa kebaikkan yang akan mencukupi kebutuhan dalam kehidupan kita.

Perbuatan baik bukan hanya memiliki nilai di DUNIA ini namun dalam KEKEKALAN. Maksud saya, perbuatan baik bukan prasyarat untuk masuk dalam kekekalan karena sebagai pengikut Mesias kita telah menerima kekekalan dan kehidupan melalui iman kita kepada Yesus Sang Mesias, namun demikian perbuatan baik kita di dunia kita akan memiliki nilai yang dibawa dan menentukan kita sebagai apa dan bagaimana dalam kekekalan sebagaimana dikatakan:

Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman” (Rm 2:6-8).

Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan (Mesias) supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat” (2 Korintus 5:10).

Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Halelu-Yah! Karena YHWH, Tuhan kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus). Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Tuhan” (Why 19:6-9)

Tanggapan Budi Asali:
Tak ada ayat seperti itu. Tak pernah ada YHWH muncul dalam Perjanjian Baru, kecuali dalam Perjanjian Baru khayalan anda yang dipenuhi kesesatan YHWH-isme, yang mengkhayalkan bahwa bahasa asli Perjanjian Baru adalah bahasa Ibrani!
Saya ingatkan kalau anda pikun bahwa dalam debat terbuka antara anda dan Kristian Sugiarto vs saya dan Esra, anda sudah mengakui bahwa bahasa asli Perjanjian Baru adalah bahasa Yunani, bukan bahasa Ibrani, tetapi belakangan dalam tulisan-tulisan anda selanjutnya di internet, anda menjilat ludah anda sendiri! Murtad lagi? Kembali pada ajaran / khayalan gila itu lagi?

Teguh Hindarto:

Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka." (Why 14:13)

Siapakah yang sesat? Yang mengajarkan perbuatan baik atau yang meniadakan perbuatan baik?

Tanggapan Budi Asali:
Siapa yang tidak mengajarkan perbuatan baik? Seperti saya katakan, baca tulisan-tulisan saya di web kami dan buktikan sendiri apakah saya mengajar untuk berbuat baik atau tidak. Tetapi saya tidak mengajar berbuat baik untuk selamat!


Teguh Hindarto:

Bangsa Israel sebagai bangsa pilihanpun dapat/berpotensi untuk memberontak dan kehilangan kemurahan YHWH sebagaimana dikatakan: “Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "YHWH, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?" Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Mesias. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."  Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak menc ari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku." Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah”. (Rm 10:16-21)

Budi Asali:

Israel memang bangsa pilihan tetapi bukan dalam arti pilihan untuk selamat. Pemilihan Allah terhadap Israel hanya merupakan type dari pemilihan dalam predestinasi

Teguh Hindarto:

Anda keliru memberikan komentar dan tanggapan. Pengutipan Roma 10:16-21 saya maksudkan untuk menekankan frasa, ““Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu” dengan tujuan bahwa tidak semua orang terhizab dalam keselamatan secara otomatis. Ada respon dan tanggapan orang beriman yang juga menentukan keselamatannya. Bukankah soal predestinasi pun berbicara soal predestinsi keselamatan? Lalu apa yang dipersalahkan ketika Anda berkata, “Pemilihan Allah terhadap Israel hanya merupakan type dari pemilihan dalam predestinasi?”

Tanggapan Budi Asali:
Kata-kata awal anda berbunyi “Bangsa Israel sebagai bangsa pilihanpun dapat/berpotensi untuk memberontak dan kehilangan kemurahan YHWH (baca ‘Allah’)... ”.
Itu yang saya jawab!

Saya atau kami (Calvinists) tak pernah mengatakan secara otomatis orang akan selamat karena ia adalah orang pilihan! Ia memang harus mendengar injil dan percaya. Tetapi kalau ia orang pilihan, ia pasti akan mendengar injil dan percaya. Sebaliknya, yang bukan orang pilihan, atau tidak bisa mendengar injil, atau mendengar injil tetapi tidak bisa percaya.
Kis 13:48 - “Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.”.
Yoh 10:16,26 - “(16) Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. ... (26) tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-dombaKu.”.
Yoh 6:44,65 - “(44) Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. ... (65) Lalu Ia berkata: ‘Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepadaKu, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.’”.
Lalu siapa yang dikaruniai dan siapa tidak? Siapa yang ditarik dan siapa tidak? Itu tidak bisa tidak tergantung pada predestinasi!

Bagaimana pandangan anda tentang orang-orang yang sampai mati tak pernah mendengar Injil? Apa yang mau / bisa mereka tanggapi supaya selamat? Jelas mereka bukan termasuk orang-orang pilihan!

Teguh Hindarto:

Rasul Paul mengingatkan bahwa keselamatan dan kehidupan kekal membutuhkan kondisi tertentu keteguhan pada keyakinan tersebut sebagaimana dikatakan: “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Mesias, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula” (Ibr 3:14)


Budi Asali:

Ayat ini hanya menunjukkan bahwa sekalipun ada jaminan keselamatan tetapi manusia tetap diberi tanggung jawab untuk melakukan apapun yang terbaik.

Bdk. Kis 27:22-34 - “(22) Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. (23) Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milikNya, berdiri di sisiku, (24) dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau. (25) Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku. (26) Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau.’ (27) Malam yang keempat belas sudah tiba dan kami masih tetap terombang-ambing di laut Adria. Tetapi kira-kira tengah malam anak-anak kapal merasa, bahwa mereka telah dekat daratan. (28) Lalu mereka mengulurkan batu duga, dan ternyata air di situ dua puluh depa dalamnya. Setelah maju sedikit mereka menduga lagi dan ternyata lima belas depa. (29) Dan karena takut, bahwa kami akan terkandas di salah satu batu karang, mereka membuang empat sauh di buritan, dan kami sangat berharap mudah-mudahan hari lekas siang. (30) Akan tetapi anak-anak kapal berusaha untuk melarikan diri dari kapal. Mereka menurunkan sekoci, dan berbuat seolah-olah mereka hendak melabuhkan beberapa sauh di haluan. (31) Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya: ‘Jika mereka tidak tinggal di kapal, KAMU TIDAK MUNGKIN SELAMAT.’ (32) Lalu prajurit-prajurit itu memotong tali sekoci dan membiarkannya hanyut. (33) Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: ‘Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa. (34) Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. HAL ITU PERLU UNTUK KESELAMATANMU. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya.’”.

Yang saya beri warna merah, merupakan jaminan. Tetapi yang warna biru menunjukkan bahwa sekalipun dijamin selamat, tetap ada tanggung jawab untuk melakukan yang terbaik! Jelas bahwa adanya jaminan keselamatan tidak berarti dibuangnya tanggung jawab. Kita tetap harus melakukan yang terbaik sesuai dengan Firman Tuhan. Dua hal ini bukannya bertentangan tetapi saling melengkapi!

Teguh Hindarto:

Perhatikan frasa, “asal kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya” yang dihubungkan dengan frasa, “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Mesias”

Karena kita telah beroleh bagian di dalam Mesias, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula” (Ibr 3:14)

Ayat ini berbicara soal KONDISI YANG MEMPENGARUHI KESELAMATAN bukan aspek TANGGUNG JAWAB. Kutipan ayat yang Anda berikan tidak ada korelasi dan relevansinya dengan pernyataan saya yang Anda tanggapi.

Tanggapan Budi Asali:
Apa bedanya dengan kata-kata Paulus dalam Kis 27 itu? Baca baik-baik!
Ay 31: ‘Jika mereka tidak tinggal di kapal, KAMU TIDAK MUNGKIN SELAMAT.’.
Ay 34: aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. HAL ITU PERLU UNTUK KESELAMATANMU..
Masih berani bilang tak ada korelasinya? Dasar tolol!

Kalau anda mengatakan ‘kondisi / syarat yang mempengaruhi keselamatan’, maka saya tanya: jadi pada ujung terakhir (ultimately), keselamatan tergantung manusia atau tergantung ALLAH? Ayo jawab!

Teguh Hindarto:

Bahkan sabda Yesus memberikan penegasan perihal orang-orang tertentu yang akan dihapus dari Kitab Kehidupan yaitu mereka yang tidak berjuang mempertahankan iman sampai penghabisan dan murtad dari Tuhan sebagaimana dikatakan: “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya” (Why 3:5).
----------------
Budi Asali:

Ayat ini justru mengatakan  tidak akan dihapus! Memang ada syarat ‘barangsiapa menang’, tetapi mungkinkah orang Kristen sejati kalah?

1.   Ro 8:35-37 - “(35) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (36) Seperti ada tertulis: ‘Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.’ (37) Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita”.

Ini masih ditambahi lagi dengan Ro 8:38-39 yang menjamin bahwa tidak ada apapun yang bisa memisahkan kita (orang kristen) dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.


2.   Wah 17:14 - “Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia JUGA AKAN MENANG, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.’”.

Catatan: kata-kata ‘juga akan menang’ (yang saya cetak miring) sebetulnya tidak ada, tetapi secara implicit itu ada.

3.   1Kor 15:57 - “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita”.

4.   2Kor 2:14a - “Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus SELALUmembawa kami di jalan kemenanganNya”.

Kalau orang kristen sejati tidak mungkin kalah, maka jelas bahwa Wah 3:5 itu berlaku untuk setiap orang kristen dan dengan demikian penghapusan nama dari kitab kehidupan itu tidak mungkin terjadi.

Teguh Hindarto:

Anda sudah ditungganggi oleh prasangka teologis dan dogma tanpa basis yang kokoh. Perhatikan frasa, “namanya tidak akan dihapus” adalah sebuah kondisi yang ditentukan oleh frasa sebelumnya “Barangsiapa menang”. Menariknya, Anda mengakui dengan mengatakan, “Memang ada syarat ‘barangsiapa menang’, tetapi mungkinkah orang Kristen sejati kalah?”. Pertanyaan ini sangat naif karena menentang dan merelativisir pernyataan Yesus Sang Mesias sendiri yang telah memberikan PERSYARATAN KELANGGENGAN KESELAMATAN. Pertanyaan Anda seakan meragukan janji Yesus Sang Mesias dan mengonfontirkan dengan interpretasi Anda mengenai “orang Kristen yang menang”.

Ayat-ayat yang Anda kutip tidak kaitannya dengang apa yang saya bicarakan dan tidak menjadi dasar yang kokoh bahwa ayat-ayat tersebut mendukung dogma “sekali selamat tetap selamat”. Dogma dan interpretasi Calvin tersebut gugur oleh Wahyu 3:5 yang saya sampaikan.

Tanggapan Budi Asali:
Ayat-ayat saya tidak ada kaitannya hanya karena kebodohan anda, atau sikap pura-pura anda! Anda berkata yang menang tak akan dihapus namanya. Saya berikan ayat-ayat yang menunjukkan bahwa orang kristen yang sejati pasti menang! Apanya yang tidak ada kaitannya?
Kalau anda mengatakan saya menetang kata-kata Yesus, ingat bahwa saya mengutip ayat-ayat Alkitab! Jadi anda menganggap kata-kata Yesus bertentangan dengan ayat-ayat Alkitab (yang juga adalah Firman Tuhan)? Satu-satunya jalan adalah menerima tafsiran saya. Ancaman-ancaman seperti itu hanya supaya manusia hidup secara bertanggung jawab, bukan hidup seenaknya. Tetapi jaminan Tuhan tetap berlaku, mereka tidak mungkin kalah, dan karena itu tidak mungkin dihapus namanya.

Teguh Hindarto:

Apakah Predestinasi bermakna bahwa YHWH telah menetapkan sebagian orang binasa dan sebagian orang memperoleh hidup kekal? Dimanakah letak keadilan YHWH?

Budi Asali:

Ro 9:10-14 - “(10) Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita. (11) Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, - supaya rencana Allah tentang pemilihanNya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilanNya - (12) dikatakan kepada Ribka: ‘Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,’ (13) seperti ada tertulis: ‘Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.’ (14) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!”.

Pertanyaan ‘apakah Allah tidak adil?’ (ay 14) membuktikan bahwa Paulus memang sedang mengajar doktrin tentang predestinasi, karena doktrin ini hampir selalu menimbulkan reaksi ‘Allah tidak adil!’.

Teguh Hindarto:

Kenapa Anda tidak memberikan jawaban dan keterangan atas pertanyaan reflektif yang saya ajukan di atas? “Apakah Predestinasi bermakna bahwa YHWH telah menetapkan sebagian orang binasa dan sebagian orang memperoleh hidup kekal? Dimanakah letak keadilan YHWH?”. Roma 9:10-14 berbicara mengenai aspek kedaulatan dan hak prerogatif Tuhan hendak bertindak apapun tanpa harus meminta pertimbangan dan rasa keadilan dari manusia karena Tuhan Maha Adil dan sumber Keadilan. Sekalipun Roma 9:10-14 menyinggung soal predestinasi namun tidak menyinggung pertanyaan eksistensial yang saya ajukan, ““Apakah Predestinasi bermakna bahwa YHWH telah menetapkan sebagian orang binasa dan sebagian orang memperoleh hidup kekal? Dimanakah letak keadilan YHWH?

Tanggapan Budi Asali:
Dasar tolol, atau pura-pura tak mengerti? Anda tanya hubungan predestinasi dengan keadilan. Saya beri Ro 9:10-14. Kurang jelas? Ro 9:10-13 jelas menunjukkan Allah mempunyai predestinasi. Tetapi Paulus mengatakan bahwa itu bukannya tidak adil! Masih kurang otoritas dari Paulus?
Sekarang saya tanya anda: apa definisi dari kata ‘adil’? Kalau anda katakan bahwa adil berarti harus bersikap sama rata, maka memang saya harus katakan Allah tidak adil, karena Ia memang tidak bersikap sama rata. Tetapi siapa yang mengatakan Allah harus bersikap sama rata? Coba baca cerita / perumpamaan di bawah ini.

Mat 20:1  "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
Mat 20:2  Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
Mat 20:3  Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
Mat 20:4  Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
Mat 20:5  Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
Mat 20:6  Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
Mat 20:7  Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
Mat 20:8  Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
Mat 20:9  Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
Mat 20:10  Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
Mat 20:11  Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
Mat 20:12  katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
Mat 20:13  Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Mat 20:14  Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
Mat 20:15  Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
Mat 20:16  Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

Jelas tuan itu tidak berlaku sama rata, tetapi ia menolak untuk dikatakan tidak adil. Ia berhak untuk bermurah hati kepada siapa ia mau bermurah hati! Ro 9:15!

Sekarang kembali pada topik kita, yaitu predestinasi. Semua orang berdosa, sehingga kalau Allah buang semua ke neraka, Ia adil! Tetapi Ia ingin bermurah hati kepada sebagian, sehingga Ia pilih mereka dan selamatkan mereka. Ia tentukan sebagian untuk selamat / masuk surga, dan sisanya Ia tentukan untuk binasa / masuk neraka. Bagian yang dipilih mendapatkan kemurahan / belas kasihan, sedangkan yang tidak dipilih mendapatkan keadilan. tidak ada yang mendapatkan ketidak-adilan!



Budi Asali:

Tetapi apakah Dia tidak adil? Sebetulnya kalau ia membuang semua orang ke neraka, Ia adil. Tetapi Ia mau menyelamatkan sebagian. Yang sebagian ini mendapatkan kemurahan, yang lain mendapatkan keadilan. Tidak ada yang mendapat ketidak-adilan.

Ia memang tidak bersikap sama rata, Ia lebih baik / murah hati kepada orang-orang pilihan. Tetapi siapa yang mengatakan bahwa adil berarti bersikap sama rata? Bdk. Mat 20:1-15, khususnya ay 13-15nya! Kalau memang adil berarti bersikap sama rata, maka sejak penciptaan Dia sudah tidak adil. Karena Ia tidak menciptakan semua secara sama rata. Ada yang jadi binatang, manusia, malaikat. Ada orang yang pandai dan ada yang bodoh, ada yang cantik dan ada yang jelek dan sebagainya.

Teguh Hindarto:

Keadilan memang bukan bermakna sama rata, sama rasa, sama penghasilan, sama upah, sama pahala dll. Keadilan Tuhan berbeda dengan keadilan manusia. Apa yang manusia anggap tidak adil bisa saja adil bagi Tuhan demikian sebaliknya. Namun menyatakan bahwa Tuhan adil karena telah menetapkan beberapa orang untuk masuk neraka dan menetapkan sebagian orang untuk masuk Surga sungguh irasional dan bertentangan dengan karakter Tuhan YHWH sendiri, karena dikatakan dalam Yekezkiel 18:23, “Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuan YHWH . Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?” kalau Tuhan saja tidak berkenan kepada kematian orang fasik melainkan pertobatannya, maka tidak masuk akal jika Anda berkeyakinan bahwa Tuhan telah menakdirkan siapa saja yang akan masuk neraka dan tidak memperoleh keselamatan.

Tanggapan Budi Asali:
Jangan lari dari Ro 9 itu! Saya bisa jelaskan ayat-ayat anda, tetapi anda hindari ayat-ayat saya!
Yeh 18:23 tidak bicara tentang kehendak Allah dalam arti rencana Allah dalam kekekalan. Itu hanya menunjukkan pada perintahNya bagi manusia untuk bertobat dan diselamatkan, atau menunjuk pada kesenanganNya kalau pertobatan dan keselamatan manusia itu terjadi. Tetapi kehendak dalam arti seperti ini BISA TIDAK TERJADI. Tetapi kehendak dalam arti rencana kekal, seperti predestinasi, pasti terjadi!
Jangan pakai akal anda yang kecil itu! Pakai Firman Tuhan! Memang untuk mengertinya juga diperlukan akal (dan pencerahan Roh Kudus!), tetapi bagaimanapun akal harus tunduk pada Firman Tuhan! Sekarang bandingkan akan anda itu dengan Ro 9:10-13, Ef 1:4,5,11 dan sebagainya.

Teguh Hindarto:

Pernyataan Anda, “Ia lebih baik / murah hati kepada orang-orang pilihan’ sungguh merupakan sikap yang dikuasai dogmatisme daripada rasionalitas dan proporsionalitas berfikir. Dan itu bertentangan dengan sabda Yesus dalam Matius 5:45, “Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar”. Mana bukti bahwa Tuhan lebih mengasihi orang pilihan?

Tanggapan Budi Asali
:
Mat 5:45 hanya bicara tentang berkat-berkat jasmani / sekuler, bukan berkat rohani. Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini.
Eph 1:3  Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
Eph 1:4  Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
Eph 1:5  Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
Eph 1:6  supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
Eph 1:11  Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya--

Ayo jelaskan ayat-ayatku!


Teguh Hindarto:

Pertama, Itu bertentangan dengan karakter Yahweh yang menghendaki pertobatan orang berdosa sebagaimana dikatakan, “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan YHWH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?” (Yehz 33:11).

Budi Asali:

Ada beberapa arti dari kata ‘kehendak’. Kadang-kadang menunjuk pada Rencana kekal dari Allah, dan yang ini pasti terjadi. Kadang-kadang menunjuk pada perintah Allah, seperti dalam Yeh 33:11 ini, dan ini jelas bisa tidak terjadi. Ayat ini tak ada hubungannya dengan predestinasi!

Teguh Hindarto:

Yekezkiel 33:11 memang tidak berbicara predestinasi tapi Yehezkiel 33:11 ini hendak MERUNTUHKAN khayalan dogmatis Anda bahwa “Tuhan menakdirkan sebagian orang untuk binasa”. Anda harus letakkan kutipan ayat yang saya berikan berdasarkan konteksnya dalam artikel yang saya buat yaitu:

“Apakah Predestinasi bermakna bahwa YHWH telah menetapkan sebagian orang binasa dan sebagian orang memperoleh hidup kekal? Dimanakah letak keadilan YHWH? Pertama, Itu bertentangan dengan karakter Yahweh yang menghendaki pertobatan orang berdosa sebagaimana dikatakan, “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan YHWH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?” (Yehz 33:11)”

Tanggapan Budi Asali:
Bukan Yehezkiel, tetapi anda dengan menyalah-gunakan Yehezkiel, berusaha menghancurkan kebenaran dari doktrin predestinasi! Saya sudah jelaskan ayat Yeh itu, dan tetap masih anda pakai? Dasar tolol!

Teguh Hindarto:

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman YHWH, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman YHWH, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman YHWH, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu” (Yer 29:11-14)

Budi Asali:

Bukankah kita harus menafsirkan dengan membandingkan ayat dengan ayat supaya jangan bertentangan? Bagaimana kalau ayat ini dibandingkan dengan Yer 21:10 dan beberapa ayat lain?

Yer 21:10  Sebab Aku telah menentang kota ini untuk mendatangkan kecelakaan dan bukan untuk mendatangkan keberuntungannya, demikianlah firman TUHAN. Kota ini akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel yang akan membakarnya habis dengan api."

Yer 49:20  Sebab itu dengarlah putusan yang telah diambil TUHAN terhadap Edom dan rancangan-rancangan yang telah dibuatNya terhadap penduduk Teman: Bahwa sesungguhnya, yang paling lemahpun di antara kawanan domba akan diseret. Bahwa sesungguhnya, padang rumput mereka sendiri akan merasa ngeri terhadap mereka.

Yer 50:45  Sebab itu dengarlah putusan yang telah diambil TUHAN terhadap Babel dan rancangan-rancangan yang telah dibuat-Nya terhadap negeri orang-orang Kasdim: Bahwa sesungguhnya, yang paling lemahpun di antara kawanan domba akan diseret. Bahwa sesungguhnya, padang rumput mereka sendiri akan merasa ngeri terhadap mereka.

Yer 51:29  Bumi berguncang dan bergetar, sebab rancangan TUHAN terhadap Babel sedang terlaksana, yakni untuk membuat negeri Babel menjadi tempat tandus yang tidak berpenduduk.

Lalu apakah ayat yang diatas saling bertentangan dengan kelompok ayat ini? Tidak. Yang Yer 29:11-14 ditujukan kepada orang-orang pilihan, sedangkan Yer 21:10 dan 3 ayat lain itu ditujukan kepada orang-orang non pilihan!

Teguh Hindarto:

Memang, kalau isi kepala sudah dikendalikan dogma Predestinasi, maka apapun yang dilihat mata akan disimpulkan berhubungan dengan Predestinasi. Padahal, jika konteks masing-masing ayat di atas dibaca secara lengkap maka dapat dilihat bahwa Tuhan YHWH sedang merencanakan, menetapkan hukuman AKIBAT PELANGGARAN dan DOSA Israel dan juga ulah bangsa-bangsa yang berlaku jahat terhadap Israel. Ayat-ayat di atas tidak ada sangkut pautnya dengan Predestinasi mengenai “orang yang ditakdirkan binasa”

Tanggapan Budi Asali:
Hmmm, apa bukan sebaliknya, yaitu kepala anda sudah dipenuhi dengan sikap antipati terhadap doktrin predestinasi, maka anda gunakan segala cara, halal atau tidak halal, untuk berusaha meruntuhkannya?
Anda menggunakan ayat Yeh yang seolah-olah menunjukkan Allah selalu merencanakan kebaikan, saya counter dengan ayat-ayat lain juga dalam Yeh, yang menunjukkan bahwa Allah juga sering merencanakan kejelekan! Ini ayat-ayat yang anda tidak lihat! Sengaja tutup mata? Tak ada orang yang lebih buta dari pada orang yang memang tak mau melihat!

Tak ada sangkut pautnya dengan predestinasi? Karena ayat-ayat itu tentang Israel yang berdosa? Sekarang coba lihat Paulus. Dia berdosa, sangat berdosa, bukan? Mengapa ayat-ayat itu tak diterapkan oleh Allah kepada dia? Sebaliknya Allah masih bermurah hati, dan mempertobatkan dia! Karena ia orang pilihan! Mengapa ayat-ayat itu Ia terapkan kepada orang-orang Israel yang berdosa? Karena mereka bukan orang pilihan!

Teguh Hindarto:

Kedua, Itu bertentangan dengan rencana YHWH untuk menyelamatkan manusia sebagaimana dikatakan: “...Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Tuhan, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Tim 2:3-4)


Budi Asali:

Mari kita melihat pembahasan John Owen, tetapi sebelumnya, mari kita melihat dulu kontext dari text yang dibahas secara keseluruhan.

1Tim 2:1-6 - “(1) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, (2) untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. (3) Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, (4) yang menghendaki supaya semua orangdiselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. (5) Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, (6) yang telah menyerahkan diriNya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan”.

Catatan: perhatikan ada 3 x kata-kata ‘semua orang / manusia’ dalam text ini, yaitu dalam ay 1, ay 4, ay 6. Sebetulnya untuk ay 6, hanya ada kata ‘semua’; kata ‘orang / manusia’ tidak ada. Tetapi dalam ay 1 dan ay 4 kata ‘orang’ memang ada.

Teguh Hindarto:

Lho, apa salah menerjemahkan “semua manusia” dalam 1 Timotius 2:6 dikarenakan konteks ayat sebelumnya berbicara mengenai penyelamatan manusia (ayat 1 dan 4). Lha memangnya yang diselamatkan dalam ayat 6 bukan manusia? Lalu frasa “semua” dalam ayat tersebut menurut Anda ditujukan pada siapa?

Anda sama sekali tidak memberikan sanggahan berarti terhadap 1 Timotius 2:4 yang telah memukul telah khayalan dogma Anda bahwa Tuhan menetapkan/menakdirkan sebagian orang untuk menjadi binasa.

Tanggapan Budi Asali:
Rupanya anda dapat M. Th. dari Lamongan, ya? Tak pernah tahu kalau dalam menafsirkan suatu kata / istilah harus memperhatikan kontext, bahkan harus memperhatikan seluruh Alkitab? Sekarang saya beri contoh:

Mat 6:25  "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Mat 6:26  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Mat 6:27  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Mat 6:28  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
Mat 6:29  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Mat 6:30  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Mat 6:31  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Mat 6:32  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Mat 6:33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Mat 6:34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Saya tanya: kata-kata ‘semuanya itu’ dalam ay 33 artinya apa? Anda setuju dengan theologia kemakmuran yang mengatakan bahwa kata-kata itu betul-betul berarti semua secara mutlak. Jadi termasuk rumah tingkat 8, mobil Bently, emas berton2, berlian dsb?? Kontext menunjukkan bahwa dalam ay 32 sudah keluar kata ‘semua itu’, dan kontext menunjukkan bahwa kata-kata itu menunjuk pada kebutuhan pokok, yaitu makanan, minuman, pakaian (ay 25).

Sudah jelas? Sekarang kita kembali pada 1Tim 2. Saya ajak anda lihat kontext, untuk melihat siapa yang dibicarakan dalam text ini. Itu mutlak perlu untuk menafsirkan kata-kata ‘semua orang’ dalam 1Tim 2:4!







Budi Azali:

Ada 2 hal yang dibahas oleh John Owen:

1.   Apa yang dimaksud dengan ‘kehendak Allah’ di sini.
John Owen mengatakan (hal 344) bahwa istilah ‘kehendak Allah’ mempunyai 2 kemungkinan arti, yaitu:
a.   Rencana kekal dari Allah.
b.   Perintah Allah.

Catatan: tak ada yang menganggap bahwa Allah punya 2 kehendak seperti yang dituduhkan oleh Lenski. Yang ada adalah: kalau kata-kata ‘kehendak Allah’
itu muncul, maka ada 2 kemungkinan arti. Sebetulnya ada kemungkinan arti yang ketiga, yaitu hal yang, kalau terjadi, menyenangkan Allah.

Kalau dari 2 arti di atas kita mengambil arti kedua, maka arti ayat ini adalah sebagai berikut: Allah memerintahkan semua manusia untuk menggunakan cara-cara dengan mana mereka bisa mendapatkan keselamatan. Dengan demikian ayat ini menjadi sama seperti Kis 17:30 - “Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat”.

KJV: ‘And the times of this ignorance God winked at; but nowcommandeth all men every where to repent’ (= Allah pura-pura tidak melihat jaman kebodohan ini; tetapi sekarang memerintahkan semua orang di mana-mana untuk bertobat).

John Owen sendiri memilih arti pertama, dimana ‘kehendak Allah’menunjuk pada ‘rencana kekal dari Allah’. Alasan Owen adalah: kehendak Allah dalam 1Tim 2:4 itu merupakan dasar / landasan dari doa kita dalam 1Tim 2:1-2. Bdk. 1Yoh 5:14 - “Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya”.

2.   Siapa ‘semua orang’ / ‘semua manusia’ di sini.
Jelas bahwa ‘semua orang / manusia’ di sini tidak berarti betul-betul‘semua dan setiap orang di seluruh dunia’, karena:

a.   Paulus sendiri menggunakan kata-kata ‘semua orang’ dalam ay 1. Dalam arti apa? Perhatikan ay 2nya! Untuk jelasnya lihat 1Tim 2:1-2 secara keseluruhan: “(1) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, (2) untuk raja-raja dan untuk semua pembesar,agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan”.

John Owen menyimpulkan dari sini (hal 346) bahwa yang dimaksud dengan ‘semua orang’ adalah ‘orang-orang dari semua jenis, kedudukan, kondisi, dan tingkatan’.

Calvin juga menafsirkan secara sama.

Calvin (tentang 1Tim 2:4): “the Apostle simply means, that there is no people and no rank in the world that is excluded from salvation; because God wishes that the gospel should be proclaimed to all without exception. Now the preaching of the gospel gives life; and hence he justly concludes that God invites all equally to partake salvation. But the present discourse relates to classes of men, and not to individual persons; for his sole object is, to include in this number princes and foreign nations. That God wishes the doctrine of salvation to be enjoyed by them as well as others, is evident from the passages already quoted, and from other passages of a similar nature” (= sang Rasul hanya memaksudkan, bahwa disanatidak ada bangsa atau rangking / pangkat di dunia yang dikeluarkan dari keselamatan; karena Allah menginginkan supaya injil diproklamirkan kepada semua orang tanpa kecuali. Pemberitaan injil memberikan kehidupan; dan karena itu ia secara benar menyimpulkan bahwa Allah mengundang semua orang secara sama untuk mengambil bagian dalam keselamatan. Tetapi pembicaraan sekarang ini berhubungan dengan semua golongan manusia, dan bukan dengan pribadi-pribadi / individu-individu; karena satu-satunya obyeknya adalah, mencakup dalam bilangan / jumlah ini pangeran-pangeran dan bangsa-bangsa asing. Bahwa Allah ingin doktrin keselamatan untuk dinikmati oleh mereka maupun oleh orang-orang lain, adalah jelas dari text yang sudah dikutip, dan dari text-text lain yang sifatnya mirip).

Bdk. 1Tim 2:1-2 - “(1) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuksemua orang, (2) untuk raja-raja dan untuk semua pembesar,agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.”.

Di sini Paulus menyuruh berdoa bukan hanya untuk orang-orang yang baik kepada mereka, tetapi juga kepada raja dan pembesar, yang biasanya dibenci oleh orang-orang Kristen, karena golongan orang ini menindas mereka. Dan mengingat saat itu Israel dijajah Romawi, maka jelas bahwa raja-raja dan pembesar-pembesar itu adalah orang-orang Romawi / non Yahudi.

Bandingkan perintah Paulus untuk mendoakan penggede-penggede non Yahudi ini dengan Yer 29:7 - “Usahakanlah kesejahteraankota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu”.
Catatan: ‘kota’ yang dimaksudkan adalah ‘Babel’.

Calvin (tentang 1Tim 2:5): “as there is one God, the Creator and Father of all, so he says that there is but one Mediator, through whom we have access to the Father; and that this Mediator was given, not only to one nation, or to a small number of persons of some particular rank, but to all; because the fruit of the sacrifice, by which he made atonement for sins, extends to all. ... The universal term ‘all’ must ALWAYS be referred to classes of men, and not to persons; as if he had said, that not only Jews, but Gentiles also, not only persons of humble rank, but princes also, were redeemed by the death of Christ” [= sebagaimana disana ada satu Allah, Pencipta dan Bapa dari semua orang, demikian juga ia berkata bahwa disana hanya ada satu Pengantara, melalui siapa kita mendapatkan jalan masuk kepada Bapa; dan bahwa Pengantara ini diberikan, bukan hanya bagi satu bangsa, atau bagi sejumlah kecil orang-orang dari kedudukan tertentu, tetapi bagi semua; karena buah dari korban, dengan mana Ia membuat penebusan untuk dosa-dosa, diperluas kepada semua. ... Istilah universal ‘semua’ harus SELALU dihubungkan dengan golongan-golongan manusia, dan bukan kepada pribadi-pribadi; seakan-akan ia telah mengatakan, bahwabukan hanya orang-orang Yahudi, tetapi juga orang-orang non Yahudi, bukan hanya orang-orang dari kedudukan rendah, tetapi juga pangeran-pangeran, ditebus oleh kematian Kristus].

b.   Kita diharuskan berdoa untuk ‘semua orang’, padahal dari antara‘semua orang’ itu pasti ada orang-orang yang ditentukan untuk binasa dan yang melakukan dosa yang membawa maut, tentang siapa kita tidak diperintahkan untuk berdoa (Owen, hal 346) .

1Yoh 5:16 - “Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa”.

Catatan: keberatan saya tentang kata-kata Owen di sini adalah: bagaimana kita bisa tahu mana yang elect / orang-orang pilihan dan mana yang reprobate / orang-orang yang ditentukan untuk binasa?

c.  ‘Semua orang yang diselamatkan’ (ay 4a) pasti sama dengan orang-orang yang ‘memperoleh pengetahuan akan kebenaran’(ay 4b).
Padahal Kitab Suci jelas menunjukkan bahwa Tuhan tidak menghendaki semua orang memperoleh pengetahuan tentang kebenaran. Ini terlihat dari:
•       Maz 147:19-20 - “(19) Ia memberitakan firmanNya kepada Yakub, ketetapan-ketetapanNya dan hukum-hukumNyakepada Israel. (20) Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukumNya tidak mereka kenal. Haleluya!”.
•     Kis 14:16,30 - “(16) Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing, ... (30) Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat”.
•     Kol 1:26 - “yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudusNya”.
•     Mat 11:25-26 - “(25) Pada waktu itu berkatalah Yesus: ‘Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karenasemuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.(26) Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu”.
•   Mat 13:10-17 - “(10) Maka datanglah murid-muridNya dan bertanya kepadaNya: ‘Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?’ (11) Jawab Yesus:‘Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. (12) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (13)Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. (14) Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. (15) Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. (16) Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (17) Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya”.

Owen (hal 347) juga mengatakan bahwa ‘semua manusia’ dalam 1Tim 2:6 juga harus berarti sama dengan kata-kata ‘semua orang’dalam 1Tim 2:1b,4. Dan Owen lalu menyimpulkan bahwa ‘semua manusia’ di sini harus diartikan sebagai ‘semua orang pilihan, dari semua jenis / golongan’, dan ia membandingkan ini dengan Wah 5:9 yang ia katakan sebagai ayat penafsir dari 1Tim 2:6 ini.

Wah 5:9 - “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: ‘Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa”.

Kalau diambil arti ke 3, maka itu tak bertentangan dengan predestinasi maupun ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas).

Teguh Hindarto:

Sudah saya katakan sejak awal. Penganut dogma Predestinasi yang menyatakan bahwa Tuhan hanya menyelamatkan orang yang dipilihnya dan Tuhan telah menakdirkan sejumlah orang untuk binasa, memang harus membuat konsistensi sikap dogmatis pula sekalipun bertentangan dengan akal sehat dan Kitab Suci sendiri. Bayangkan, frasa “semua orang” yang dihubungkan dengan “kehendak Tuhan” untuk “keselamatan” (1 Tim 2:4) sampai-sampai harus diartikan “Owen (hal 347) juga mengatakan bahwa ‘semua manusia’ dalam 1Tim 2:6 juga harus berarti sama dengan kata-kata ‘semua orang’dalam 1Tim 2:1b,4. Dan Owen lalu menyimpulkan bahwa ‘semua manusia’ di sini harus diartikan sebagai ‘semua orang pilihan, dari semua jenis / golongan’, dan ia membandingkan ini dengan Wah 5:9 yang ia katakan sebagai ayat penafsir dari 1Tim 2:6 ini”.

Pernyataan 1 Timotius 2:4 sebagaimana Yehezkiel 33:11 lebih menyiratkan isi hati Tuhan yang menghendaki semua orang selamat namun karena mereka memilih untuk berjalan di jalan mereka sendiri dan mengabaikan panggilan Tuhan, maka tidak semua orang akan mengalami keselamatan.
Wahyu 5:9 tidak membicarakan persoalan Predestinasi terhadap mereka yang akan binasa melainkan ayat yang menegaskan bagaimana Tuhan telah menganugrahkan keselamatan kepada bangsa-bangsa YANG MERESPON ANUGRAH-NYA bukan kepada orang-orang yang telah Dia pilih.

Kutipan Owen dan Calvin yang Anda lakukan, tidak mampu menjelaskan ketidaklogisan dogmatisme Predestinasi yang mereka anut. Kutipan ayat-ayat yang dipakai untuk mendukung dogmatisme mereka sangat lemah dan out of context.

Tanggapan Budi Asali:
Anda yang menafsir tanpa melihat kontext. Itu maling teriak maling.
Sudah jelas bahwa saya bisa menafsirkan ayat-ayat anda, tetapi anda tidak bisa membahas ayat-ayat saya sama sekali. Anda hanya mencari-cari ayat-ayat yang kelihatannya bertentangan dengan dengan ayat-ayat saya. Jadi, anda menabrakkan ayat dengan ayat! Anda percaya Firman Tuhan bisa bertentangan dengan Firman Tuhan? Kalau tidak, coba jelaskan ayat-ayat saya!


Teguh Hindarto:

“YHWH tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Ptr 3:9)

Budi Asali:

Ayat ini biasanya lebih sering digunakan untuk menentang doktrin tentang Predestinasi, tetapi kadang-kadang / bisa juga digunakan untuk menyerang doktrin tentang Limited Atonement (= Penebusan Terbatas) ini.
Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dan diartikan dengan benar tentang ayat ini, yaitu:
•         kata ‘menghendaki’.
•         kata-kata ‘jangan ada’ dan ‘semua orang’.

Kalau ‘kehendak’ di sini diartikan sebagai kehendak / rencana Allah yang kekal yang tidak mungkin gagal (Ayub 42:2b), dan kata-kata ‘jangan ada’dan ‘semua orang’ diartikan ‘semua orang secara mutlak’, maka ayat ini akan mengajarkan Universalisme (= ajaran yang mengatakan bahwa akhirnya semua orang akan selamat), yang jelas merupakan ajaran sesat, dan yang jelas ditentang baik oleh Arminianisme maupun Reformed / Calvinisme.

Untuk menghindari ajaran Universalisme ini, ada 2 cara untuk menafsirkan 2Pet 3:9 ini:

1.   Kata ‘menghendaki’ ditafsirkan ‘mengingini’ atau diartikan sebagai‘kehendak yang bisa tidak terjadi’; sedangkan kata-kata ‘jangan ada’ dan ‘semua / semua orang’ diartikan secara mutlak.

Barnes’ Notes: “‘Not willing that any should perish.’ That is, he does not desire it or wish it. His nature is benevolent, and he sincerely desires the eternal happiness of all, ... the passage does not refer to what God will do as the final Judge of mankind, but to what are his feelings and desire now towards men. ... it would be agreeable to the nature of God, and to his arrangements in the plan of salvation, if all men should come to repentance, and accept the offers of mercy; ... since it is in accordance with his nature that he should desire that all men may be saved; it may be presumed that he has made an arrangement by which it is possible that they should be” (= ‘Tidak menghendaki siapapun untuk binasa’. Yaitu, Ia tidak menginginkannya atau mengharapkannya. SifatNya adalah penuh kebaikan, dan Ia dengan sungguh-sungguh menginginkan kebahagiaan kekal dari semua, ... text ini tidak menunjuk pada apa yang Allah akan lakukan sebagai Hakim terakhir bagi umat manusia, tetapi pada perasaanNya dan keinginanNya sekarang ini tentang manusia. ... adalah cocok dengan sifat dari Allah, dan dengan pengaturanNya dalam rencana keselamatan, jika semua orang bertobat, dan menerima tawaran belas kasihan; ... karena itu cocok dengan sifatNya bahwa Ia menginginkan supaya semua orang bisa diselamatkan; bisa dianggap bahwa Ia telah membuat suatu pengaturan / rencana yang memungkinkan mereka untuk diselamatkan) - hal 1458.

Catatan:
•         kalau kita membandingkan kata-kata Barnes di sini dengan kata-katanya di atas (tentang Ibr 2:9), maka terlihat bahwa ia tidak konsisten dengan kata-katanya sendiri, karena di sini ia tidak menerima kata-kata Kitab Suci itu apa adanya, tetapi menafsirkannya / menjelaskannya untuk menghindari Universalisme.
•         kata-kata Barnes yang saya beri garis bawah ganda jelas berbau‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal).

Adam Clarke: “as he is willing that all should come to repentance, consequently he has never devised nor decreed the damnation of any man, nor has he rendered it impossible for any soul to be saved, either by necessitating him to do evil, that he might die for it, or refusing him the means of recovery, without which he could not be saved” (= karena Ia menghendaki supaya semua bertobat, konsekwensinya Ia tidak pernah merencanakan ataupun menetapkan kehancuran / hukuman kekal dari siapapun, ataupun membuat mustahil bagi jiwa yang manapun untuk diselamatkan, apakah itu dilakukan dengan memastikan orang itu untuk melakukan kejahatan, supaya ia mati karenanya, atau menolak untuk memberinya cara pemulihan, tanpa hal mana ia tidak bisa diselamatkan) - hal 892.

Baik Barnes maupun Clarke bukan hanya menghindari Universalisme, tetapi juga mengarahkan ayat ini pada Arminianisme. Tetapi sebetulnya memungkinkan untuk mengambil tafsiran pertama ini tanpa mengarahkannya pada Arminianisme, seperti yang kelihatannya dilakukan oleh Calvin sendiri. Calvin mengatakan bahwa kehendak Allah di sini tidak menunjuk kepada rencana kekal dari Allah, tetapi menunjuk kepada kehendak Allah seperti yang dinyatakan dalam Injil, yang menawarkan keselamatan kepada semua orang.

Calvin: “But it may be asked, If God wishes none to perish, why is it that so many do perish? To this my answer is, that no mention is here made of the hidden purpose of God, according to which the reprobate are doomed to their own ruin, but only of his will as made known to us in the gospel. For God there stretches forth his hand without a difference to all, but lays hold only of those, to lead them to himself, whom he has chosen before the foundation of the world” [= Tetapi bisa ditanyakan: Jika Allah tidak menginginkan seorangpun untuk binasa, mengapa ada banyak yang binasa? Terhadap pertanyaan ini jawaban saya adalah bahwa di sini tidak dibicarakan tentang rencana yang tersembunyi dari Allah, yang menetapkan orang-orang yang ditentukan untuk binasa (reprobate) pada kehancuran mereka sendiri, tetapi hanya tentang kehendakNya seperti yang dinyatakan kepada kita dalam injil. Karena disana Allah mengulurkan tanganNya tanpa pembedaan kepada semua orang, tetapi hanya menangkap mereka, untuk membimbing mereka kepada diriNya sendiri, yang telah Ia pilih sebelum penciptaan dunia ini] - hal 419-420.

Bandingkan juga dengan:
a.   Yeh 18:23 - “Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?”.
b.   Yeh 18:32 - “Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!’”.
c.   Yeh 33:11 - “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenankepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”.

2.   Kata ‘menghendaki’ diartikan sebagai rencana yang kekal dari Allah, tetapi kata-kata ‘jangan ada’ dan ‘semua orang’ tidak diartikan secara mutlak, tetapi diartikan sesuai dengan kontexnya.

Pertama-tama kita perlu untuk mengetahui terjemahan yang benar dari ayat ini.
2Pet 3:9 - “Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua (orang) berbalik dan bertobat”.
Kata ‘orang’ saya letakkan dalam tanda kurung, karena sebetulnya tidak ada dalam bahasa Yunaninya.
KJV/RSV/NIV/NASB: ‘all’ (= semua).

Selanjutnya, kata-kata ‘jangan ada’ maupun ‘semua’ harus diartikansesuai dengan kontextnya, yang membicarakan ‘kamu’ (2Pet 3:9a). Untuk menafsirkan kata ‘kamu’ ini maka:

a.   Perlu diperhatikan bahwa Petrus menujukan suratnya ini kepada‘mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus’(2Pet 1:1). Ini adalah orang-orang yang sama dengan yang dikatakan ‘dianugerahi janji-janji yang berharga dan yang sangat besar’ (2Pet 1:4). Ini jelas menunjuk kepada orang-orang Kristen.

b.   Kita harus memperhatikan kontext dari 2Pet 3 ini, dan akan terlihat bahwa ‘kamu’ ini adalah orang-orang yang:
•         disebut dengan istilah ‘saudara-saudaraku yang kekasih’ (2Pet 3:1).
•         dikontraskan dengan ‘pengejek-pengejek’ / ‘orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya’ dalam 2Pet 3:3, untuk siapa digunakan kata ganti orang ‘mereka / nya’.

2Pet 3:1-9 - “(1) Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, (2) supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu. (3) Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. (4) Kata mereka: ‘Di manakah janji tentang kedatanganNya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.’ (5) Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, (6) bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. (7) Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. (8) Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. (9) Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadapkamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya SEMUA ORANG berbalik dan bertobat”.

Bacaan ini memang membicarakan dan mengkontraskan 2 golongan. Mula-mula Petrus berbicara kepada golongan yang pertama, yaitu‘saudara-saudara yang kekasih’ (ay 1), dan ia menggunakan kata‘kamu’ atau ‘mu’ (ay 1,2,3).

Lalu Petrus mulai berbicara tentang golongan yang kedua, yaitu‘pengejek-pengejek’ atau ‘orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya’ (ay 3b), dan ia menggunakan kata ‘mereka’ atau‘nya’ (ay 3b,4,5).

Tetapi mulai ay 8 Petrus kembali berbicara kepada ‘saudara-saudara yang kekasih’ (ay 8a), dan karena itu ia kembali menggunakan kata ‘kamu’ (ay 8,9).
Karena itu jelaslah bahwa kata-kata ‘kamu’ dan ‘semua orang’dalam ay 9 menunjuk kepada orang kristen / orang pilihan.

John Owen: “The text is clear, that it is all and only the electwhom he would not have to perish” (= Textnya jelas, bahwa adalah semua dan hanya orang pilihan yang tidak Ia kehendaki untuk binasa) - ‘The Works of John Owen’, vol 10, hal 349.

Teguh Hindarto:

Semua penjelasan panjang lebar Anda dengan berbagai kutipan penganut dogmatisme Predestinasi Calvin justru menunjukkan bahwa mereka memang bermasalah dengan ayat-ayat tersebut sehingga mereka harus membuat penjelasan berbelit-belit dan tumpang tindih antara satu ayat dengan ayat lainnya.

Tanggapan Budi Asali:
Gampang kalau asal bicara! Seadanya orang tolol bisa menuduh seperti itu. Tetapi membukitkan tuduhannya adalah urusan yang berbeda!


Teguh Hindarto:

Perhatikan saja pernyataan Calvin berikut ini:

“Calvin: ‘But it may be asked, If God wishes none to perish, why is it that so many do perish? To this my answer is, that no mention is here made of the hidden purpose of God, according to which the reprobate are doomed to their own ruin, but only of his will as made known to us in the gospel. For God there stretches forth his hand without a difference to all, but lays hold only of those, to lead them to himself, whom he has chosen before the foundation of the world” [= Tetapi bisa ditanyakan: Jika Allah tidak menginginkan seorangpun untuk binasa, mengapa ada banyak yang binasa? Terhadap pertanyaan ini jawaban saya adalah bahwa di sini tidak dibicarakan tentang rencana yang tersembunyi dari Allah, yang menetapkan orang-orang yang ditentukan untuk binasa (reprobate) pada kehancuran mereka sendiri, tetapi hanya tentang kehendakNya seperti yang dinyatakan kepada kita dalam injil. Karena disana Allah mengulurkan tanganNya tanpa pembedaan kepada semua orang, tetapi hanya menangkap mereka, untuk membimbing mereka kepada diriNya sendiri, yang telah Ia pilih sebelum penciptaan dunia ini] - hal 419-420”

Darimana Calvin tahu mengenai “rencana tersembunyi” Tuhan? Mengapa Tuhan membuat “rencana tersembunyi?” Pernyataan Calvin justru menempatkan Tuhan sebagai pribadi yang sama seperti manusia, memiliki “behind agenda”. Ketika seorang nelayan menjaring ikan, apakah dia akan menjaring ikan apa yang dipilihnya? Apakah nelayan memiliki rencana tersembunyi untuk terhadap ikan-ikan yang dijaringnya?

Tanggapan Budi Asali:
Siapa yang bilang Calvin tahu tentang predestinasi? Ia hanya mengatakan bahwa kata ‘kehendak’ dalam 2Pet 3 bukanlah kehendak dalam arti rencana kekal dari Allah. Dari mana ia tahu itu? Dari perbandingan ayat-ayat dengan ayat. Kalau tidak ditafsirkan seperti itu, ayat akan bertabrakan dengan ayat!

Anda samakan Allah dengan nelayan? Dasar tolol!

Teguh Hindarto:

“Karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16)

Budi Azali:

Ayat ini tak menentang predestinasi.
Ada macam-macam arti untuk kata ‘dunia’ (KOSMOS):
1.   Seluruh alam semesta.
Kis 17:24 - “Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia”.
Kata yang diterjemahkan ‘bumi’ adalah KOSMOS. NIV/NASB: ‘the world’(= dunia).
2.   Bumi.
Yoh 13:1 - “Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saatNya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-muridNya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya”.
3.   Keduniawian.
a.   Yak 4:4 - “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah”.
b.   1Yoh 2:15 - “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu”.
4.   Semua umat manusia di dunia ini.
Ro 3:19 - “Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah”.
5.   Semua orang yang tidak percaya.
a.   Yoh 15:18 - “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu”.
b.   1Kor 11:32 - “Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia”.
6.   Semua orang non Yahudi.
Ro 11:12 - “Sebab jika pelanggaran mereka (bangsa Yahudi)berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaanmereka”.
Perhatikan bahwa pada bagian yang saya garis bawahi ada 2 kalimat paralel yang artinya sama. Dengan demikian ‘pelanggaran mereka’diidentikkan dengan ‘kekurangan mereka’, dan ‘dunia’ diidentikkan dengan ‘bangsa-bangsa lain’.
7.   Orang-orang Yahudi yang tidak percaya.
Yoh 16:20 - “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita”.
Adam Clarke memberikan komentar tentang ayat ini dengan kata-kata sebagai berikut: “It is very evident that our Lord uses the word ‘world’, in several parts of this discourse of his, to signify the unbelieving and rebellious Jews” (= Adalah jelas bahwa Tuhan kita menggunakan kata ‘dunia’, dalam beberapa bagian dari percakapanNya ini, untuk menunjuk kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya dan bersifat memberontak) - hal 634
8.   Semua orang yang percaya / pilihan.
a. Yoh 3:17 - “Sebab Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya (dunia) oleh Dia”.
b.   Yoh 6:33 - “Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia”.
c.  Yoh 6:51 - “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.’”.
d.  2Kor 5:19 - “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami”.
Dalam ayat-ayat ini, kalau ‘dunia’ diartikan ‘semua orang di dunia’, maka akan menjadi Universalisme (ajaran yang mengatakan bahwa pada akhirnya semua manusia akan masuk surga), yang jelas merupakan suatu ajaran sesat. Karena itu, kata ‘dunia’ dalam ayat-ayat ini harus diartikan ‘orang percaya / pilihan’.
Ayat lain dimana kata ‘dunia’ harus diartikan ‘orang pilihan’ adalah ayat-ayat yang mengatakan bahwa Yesus adalah ‘Juruselamat dunia’, seperti:
•         Yoh 4:42 - “dan mereka berkata kepada perempuan itu: ‘Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.’”.
•         1Yoh 4:14 - “Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus AnakNya menjadi Juruselamat dunia”.
Tentang Yoh 4:42, John Owen memberi komentar: “A Saviour of men not saved is strange” (= Seorang Juruselamat darimanusia yang tidak selamat merupakan sesuatu yang aneh) -‘The Works of John Owen’, vol 10, hal 327.

Owen sendiri mengatakan bahwa Kristus disebut ‘Juruselamat dunia’ karena tidak ada Juruselamat lain di dunia ini (bdk. Kis 4:12), dan karena Kristus adalah Juruselamat orang-orang pilihan di seluruh dunia (Owen, vol 10, hal 342).

Tentang Yoh 4:42 ini Calvin memberikan penafsiran yang berbeda.

Calvin (tentang Yoh 4:42): “Again, when they affirm that Jesus is ‘the Christ’ and ‘the Savior of the world,’ they undoubtedly have learned this from hearing him. ... Christ testified that the salvation, which he had brought, was common to the whole world, that they might understand more fully that it belonged to them also; for he did not call them on the ground of their being lawful heirs, as the Jews were, but taught that he had come to admit strangers into the family of God, and to bring peace to those who were far off, (Ephesians 2:17.)” [= Lagi, pada waktu mereka menegaskan bahwa Yesus adalah ‘Kristus’ dan ‘Juruselamat dunia’, tak diragukan mereka mempelajari hal ini karena mendengarnya dari Dia. ... Kristus menyaksikan bahwa keselamatan, yang telah Ia bawa, adalah umum bagi seluruh dunia, supaya mereka bisa mengerti dengan lebih penuh / lengkap bahwa keselamatan itu kepunyaan mereka (orang-orang Samaria) juga; karena Ia tidak memanggil mereka berdasarkan keberadaan mereka sebagai ahli-ahli waris yang sah, sepertiorang-orang Yahudi, tetapi mengajar bahwa Ia telah datang untuk menerima orang-orang asing ke dalam keluarga Allah, dan untuk membawa damai kepada mereka yang jauh (Ef 2:17).].

Ef 2:17 - “Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat’”.

Untuk Yoh 3:16 saya mengambil arti ke 8. Jadi ‘dunia’ di situ berarti ‘semua orang-orang pilihan di seluruh dunia’.

Teguh Hindarto:

Lagi-lagi demi dogma Predestinasi Calvinis khususnya pemilihan terbatas, Anda harus melakukan akrobatik tafsir dengan mengartikan frasa “dunia” dalam Yohanes 13:6 sebagai “semua orang-orang pilihan di seluruh dunia” padahal landasan yang Anda berikan pada makna Dunia di nomor 8 bahwa “dunia” bisa bermakna “orang pilihan” adalah tidak berdasar karena sejumlah ayat yang Anda kutip (Yoh 3:17, Yoh 6:33, Yoh 6:51, 2 Kor 5:19, Yoh 4:42, 1 Yoh 4:14) tidak mengindikasikan bahwa kata “dunia” bermakna “orang-orang pilihan”. Kata “dunia” dalam ayat-ayat di atas benar-benar menunjuk pada bumi dimana manusia tinggal sebagai obyek cinta kasih Tuhan dan rencana penyelamatannya.

Tanggapan Budi Asali:
Yang anda katakan akrobatik itu saya berikan dukungan ayat-ayat Alkitab, yang jelas menunjukkan bahwa kata ‘dunia’ memang bisa diartikan bermacam-macam.
Kalau ‘dunia’ dalam ayat-ayat itu berarti ‘bumi’ maka dalam 2Kor 5:19, Allah mendamaikan bumi, bukan manusianya, dengan diriNya! Betul-betul konyol!

Teguh Hindarto:

Anda harus berdalih dan mengambinghitamkan doktrin Universalisme (pemahaman yang mengatakan bahwa semua orang akan mengalami keselamatan) untuk merelativisir makna “dunia” dalam Yohanes 3:16 sebagai dunia yang terbatas pada dunia orang pilihan. Ini sebuah eisegese daripada eksegese.

Tanggapan Budi Asali:
Saya beri banyak ayat sebagai pendukung, dan anda bilang itu EISEGESIS? Hehehe, lucu sekali! Orang yang sengaja sesat, oleh Tuhan memang malah disesatkan. Anda dengan ajaran konyol tentang YHWH-isme, seperti Perjanjian Baru bahas aslinya bahasa Ibrani, dsb, jelas menunjukkan sikap tegar tengkuk anda yang mempertahankan kesalahan / kesesatan. Karena itu Allah sesatkan anda!

2Th 2:9  Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,
2Th 2:10  dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
2Th 2:11  Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,
2Th 2:12  supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.




Teguh Hindarto:

Jika Tuhan tidak menetapkan kebinasaan orang berdosa, lalu mengapa dalam Roma 9:22-24 dikatakan mengenai “penetapan orang yang akan binasa dan yang akan mendapatkan hidup kekal?” (Kis 13:48). Penetapan mengenai siapa yang akan mengalami kebinasaan dan kehidupan kekal, bukan rencana awal YHWH, melainkan rencana yang ditetapkan dalam kemahatahuanNya, bahwa manusia akan jatuh dalam dosa.

Budi Azali

Ini omong kosong. Allah tak akan berubah-ubah dalam rencanaNya.

Maz 33:10-11 - “(10) TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; (11) tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hatiNya turun-temurun”.

Yer 4:28 - “Karena hal ini bumi akan berkabung, dan langit di atas akan menjadi gelap, sebab Aku telah mengatakannya, Aku telah merancangnya, Aku tidak akan menyesalinya dan tidak akan mundur dari pada itu”.

Ayub 42:1-2 - “(1) Maka jawab Ayub kepada TUHAN: (2) ‘Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal’”.

Yes 14:24,26-27 - “(14) TUHAN semesta alam telah bersumpah, firmanNya: ‘Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana: ... (26) Itulah rancangan yang telah dibuat mengenai seluruh bumi, dan itulah tangan yang teracung terhadap segala bangsa. (27) TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? TanganNya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?”.

Yes 46:10-11 - “(10) yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: KeputusanKu akan sampai, dan segala kehendakKu akan Kulaksanakan, (11) yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusanKu dari negeri yang jauh.Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya”.


Teguh Hindarto:

Anda hanya mengisi kepala Anda dengan satu pemahaman yaitu keselamatan tidak bisa hilang sehingga Anda harus menafsirkan pernyataan saya yang sangat jelas dan gamblang, “Penetapan mengenai siapa yang akan mengalami kebinasaan dan kehidupan kekal, bukan rencana awal YHWH, melainkan rencana yang ditetapkan dalam kemahatahuanNya, bahwa manusia akan jatuh dalam dosa” sebagai bentuk kegagalan rencana Tuhan yang kemudian Anda konfrontir dengan ayat-ayat yang menuliskan konsistensi mengenai rencana Tuhan yang tidak pernah gagal.

Tanggapan Budi Asali:
Pernyataan anda memang gamblang, tetapi dasar Alkitabnya yang tidak gamblang! Anda ngawur saja tafsirkan ayat! Saya sudah patahkan ayat-ayat anda, dan tetap keraskan hati anda? Makanya jangan hanya belajar bahasa Ibrani saja. Anda boleh sehebat apapun dalam bahasa Ibrani, kalau tak mengerti cara menafsirkan ayat, anda pasti sesat!

Tak ada orang Kristen waras yang dalam menafsirkan ayat mengabaikan ayat-ayat lain yang bertentangan dengan penafsirannya! Contoh tentang orang-orang tidak waras itu adalah Saksi-Saksi Yehuwa, yang menafsirkan Yoh 1:1c sebagai ‘Firman itu adalah suatu allah’, dan lalu mengatakan Yesus sebagai allah kecil. Ini bertentangan dengan sangat banyak ayat yang menunjukkan Yesus setara dengan Allah, dan bahkan adalah YHWH itu sendiri (Yoh 5:18  Yer 23:5-6)! Anda sama tidak warasnya dengan mereka!

Saya memang mengisi kepala saya dengan pemahaman itu, tetapi mengapa? Karena ayat-ayat Alkitab secara jelas memang mengajarkannya. Mau tahu ayat-ayatnya? Ini ayat-ayatnya, coba tasfirkan semua supaya cocok dengan pandangan anda yang tidak Alkitabiah itu!

1Sam 12:22 - “Sebab TUHAN tidak akan membuang umatNya, sebab namaNya yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umatNya?”.
2Sam 7:12-16 - “(12) Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. (13) Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKu dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. (14) Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anakKu. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. (15) Tetapi kasih setiaKu tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. (16) Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapanKu, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.’”. Bdk. Maz 89:31-36 di bawah.
2Sam 23:5 - “Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?”.
Maz 23:6 - “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa”.
Maz 89:31-38 - “(31) Jika anak-anaknya meninggalkan TauratKu dan mereka tidak hidup menurut hukumKu, (32) jika ketetapanKu mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintahKu, (33) maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan. (34) Tetapi kasih setiaKu tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaanKu. (35) Aku tidak akan melanggar perjanjianKu, dan apa yang keluar dari bibirKu tidak akan Kuubah. (36) Sekali Aku bersumpah demi kekudusanKu, tentulah Aku tidak akan berbohong kepada Daud: (37) Anak cucunya akan ada untuk selama-lamanya, dan takhtanya seperti matahari di depan mataKu, (38) seperti bulan yang ada selama-lamanya, suatu saksi yang setia di awan-awan.’ Sela”.
Yes 1:9 - “Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora”.
Yes 43:1-5 - “(1) Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: ‘Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaanKu. (2) Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. (3) Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu. (4) Oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. (5) Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat”.
Yes 54:7-10 - “(7) Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. (8) Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajahKu terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu. (9) Keadaan ini bagiKu seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. (10) Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setiaKu tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damaiKu tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau”.
Yes 57:16-19 - “(16) Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan. (17) Aku murka karena kesalahan kelobaannya, Aku menghajar dia, menyembunyikan wajahKu dan murka, tetapi dengan murtad ia menempuh jalan yang dipilih hatinya. (18) Aku telah melihat segala jalannya itu, tetapi Aku akan menyembuhkan dan akan menuntun dia dan akan memulihkan dia dengan penghiburan; juga pada bibir orang-orangnya yang berkabung (19) Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat - firman TUHAN - Aku akan menyembuhkan dia!”.
Yes 59:21 - “Adapun Aku, inilah perjanjianKu dengan mereka, firman TUHAN: RohKu yang menghinggapi engkau dan firmanKu yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN”.
Yer 31:3 - “Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu”.
Yer 32:38-40 - “(38) Maka mereka akan menjadi umatKu dan Aku akan menjadi Allah mereka. (39) Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepadaKu sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian. (40) Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepadaKu ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari padaKu”.
Yer 23:1-6 - “(1) ‘Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaanKu hilang dan terserak!’ - demikianlah firman TUHAN. (2) Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: ‘Kamu telah membiarkan kambing dombaKu terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN. (3) Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing dombaKu dari segala negeri ke mana Aku menceraiberaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. (4) Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekorpun, demikianlah firman TUHAN. (5) Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. (6) Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN - keadilan kita”.
Yeh 34:1-16 - “(1) Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: (2) ‘Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu? (3) Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan. (4) Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman. (5) Dengan demikian mereka berserak, oleh karena gembala tidak ada, dan mereka menjadi makanan bagi segala binatang di hutan. Domba-dombaKu berserak (6) dan tersesat di semua gunung dan di semua bukit yang tinggi; ya, di seluruh tanah itu domba-dombaKu berserak, tanpa seorangpun yang memperhatikan atau yang mencarinya. (7) Oleh sebab itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman TUHAN: (8) Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sesungguhnya oleh karena domba-dombaKu menjadi mangsa dan menjadi makanan bagi segala binatang di hutan, lantaran yang menggembalakannya tidak ada, oleh sebab gembala-gembalaKu tidak memperhatikan domba-dombaKu, melainkan mereka itu menggembalakan dirinya sendiri, tetapi domba-dombaKu tidak digembalakannya - (9) oleh karena itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman TUHAN: (10) Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu dan Aku akan menuntut kembali domba-dombaKu dari mereka dan akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-dombaKu. Gembala-gembala itu tidak akan terus lagi menggembalakan dirinya sendiri; Aku akan melepaskan domba-dombaKu dari mulut mereka, sehingga tidak terus lagi menjadi makanannya. (11) Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-dombaKu dan akan mencarinya. (12) Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-dombaKu dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. (13) Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu. (14) Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel. (15) Aku sendiri akan menggembalakan domba-dombaKu dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. (16) Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya”.
Luk 15:1-7 - “(1) Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. (2) Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: ‘Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.’ (3) Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: (4) ‘Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? (5) Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, (6) dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. (7) Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.’”.
Yeh 36:25-27 - “(25) Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. (26) Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. (27) RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya”.
Dan 11:32 - “Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. 
Hos 2:18-19 - “(18) Aku akan menjadikan engkau isteriKu untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteriKu dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. (19) Aku akan menjadikan engkau isteriKu dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN”.
Mat 12:20 - “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskanNya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkanNya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang”.
Bdk. Yes 42:3 - “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum”.
Mat 16:18 - “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. 
Mat 24:22-24 - “(22) Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat. (23) Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. (24) Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga”.

Doa Yesus untuk orang-orang percaya.
Luk 22:31-32 - “(31) Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, (32) tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.’”.
Yoh 17:20,24 - “(20) Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka; ... (24) Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepadaKu, agar mereka memandang kemuliaanKu yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan”.
Yoh 11:42 - “Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.’”.

Yoh 4:13-14 - “(13) Jawab Yesus kepadanya: ‘Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, (14) tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.’”.
Yoh 6:54 - “Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”.
Yoh 6:39-40 - “(39) Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. (40) Sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.’”.
Yoh 8:31 - “Maka kataNya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya: ‘Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu”.
Yoh 10:27-29 - “(27) Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, (28) dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. (29) BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa”.
Yoh 11:25-26 - “(25) Jawab Yesus: ‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (26) dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?’”.
Yoh 14:16 - “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.
Yoh 13:1 - “Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saatNya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-muridNya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya”.
Ro 5:8-10 - “(8) Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (9) Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. (10) Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian AnakNya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidupNya!”.

Ro 8:28 - “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.
Bagaimana ayat ini bisa benar kalau Tuhan ternyata membiarkan anak-anakNya yang sudah selamat sesat dan binasa? Apakah itu namanya bekerja untuk kebaikan mereka?
Roma 8:29-30 - “(29) Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (30) Dan mereka yang ditentukanNya dari semula, mereka itu juga dipanggilNya. Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya. Dan mereka yang dibenarkanNya, mereka itu juga dimuliakanNya.
Roma 8:35-39 - “(35) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (36) Seperti ada tertulis: ‘Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.’ (37) Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. (38) Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, (39) atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.
Roma 11:29 - “Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya”.
Roma 14:4 - “Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.
1Kor 1:8-9 - “(8) Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. (9) Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan AnakNya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia”.
1Kor 10:13 - “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”.
1Kor 11:32 - “Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.
Bagian yang saya garis-bawahi terjemahannya salah.
KJV: ‘we are chastened’ (= kita dihajar).

2Kor 4:8-9,14 - “(8) Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; (9) kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. ... (14) Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diriNya”.
2Kor 1:21-22 - “(21) Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, (22) memeteraikan tanda milikNya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita”.
2Kor 5:5 - “Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita”.
Ef 1:13-14 - “(13) Di dalam Dia kamu juga - karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu - di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikanNya itu. (14) Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaanNya”.
Fil 1:6 - “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus”.
1Tes 5:24 - “Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya”.
2Tes 3:3 - “Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat”.
2Tim 1:12 - “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan”.
2Tim 2:12-13 - “(12) jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; (13) jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya.’”.
2Tim 4:18 - “Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam KerajaanNya di sorga. BagiNyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin”.
Ibr 6:19-20 - “(19) Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, (20) di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis (Inggris: ‘forerunner’) bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya”.
Ibr 7:25 - “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka”.
Ibr 10:38-39 - “(38) Tetapi orangKu yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.’ (39) Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup”.
Ibr 12:2 - “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah”.
Ibr 12:9-10 - “(9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? (10) Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya”.
Ibr 13:5b - “Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.’”.
1Pet 1:5 - “Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir”.
1Pet 5:10 - “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya”.
2Pet 2:7-9 - “(7) tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, - (8) sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa - (9) maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman”.
1Yoh 2:18-19 - “(18) Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. (19) Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita”.
Ayat di atas ini menunjukkan bahwa yang bisa murtad dan binasa hanyalah orang kristen KTP!
1Yoh 3:9 - “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa (present tense), karena ia lahir dari Allah”.
1Yoh 4:13 - “Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam RohNya.
1Yoh 5:18 - “Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.
2Yoh 9 - “Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak”.
Ayat ini lagi-lagi menunjukkan bahwa orang Kristen yang murtad adalah orang kristen KTP!
Yudas 24 - “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaanNya”.

Teguh Hindarto:

Padahal pernyataan saya di atas tidak berbicara perihal rencana Tuhan yang gagal namun penjelasan perihal mengapa ada pernyataan  “penetapan orang yang akan binasa dan yang akan mendapatkan hidup kekal?” (Rom 9:22-24dan Kis 13:48). Dan jawaban saya adalah, “Penetapan mengenai siapa yang akan mengalami kebinasaan dan kehidupan kekal, bukan rencana awal YHWH, melainkan rencana yang ditetapkan dalam kemahatahuanNya, bahwa manusia akan jatuh dalam dosa”.

Tanggapan Budi Asali:
Hmm, coba berkelit? Lalu apa dasarnya kata-kata anda? Jadi, Allah dalam kekekalan untuk beberapa waktu nganggur tanpa melakukan apa-apa, dan tak punya rencana? Kalau anda katakan rencana Allah dibuat berdasarkan kemahatahuanNya, maka saya jawab: Kalau Ia maha tahu, maka Ia tahu apapun yang akan terjadi, dan pengetahuan itu tidak mungkin salah, sehingga semua hal-hal itu sudah pasti terjadi. Dengan kata lain, semua hal-hal yang Ia tahu itu sudah tertentu. Kalau sudah tertentu, untuk apa ditentukan lagi? Jelas tafsiran anda tak ada logikanya sama sekali, juga tak ada ayat dasarnya! Tidak logis dan sekaligus tidak Alkitabiah!


Teguh Hindarto:

Karena tidak ada bukti bahwa Tuhan menetapkan, menakdirkan kebinasaan seseorang dan tidak memperoleh anugrah keselamatan, maka gugurlah pernyataan bahwa “Tuhan tidak mungkin gagal dalam rencana-Nya (termasuk menakdirkan orang untuk binasa)” terkait dengan penjelasan saya di atas.

Tanggapan Budi Asali:
Tak ada bukti? Hehehe, lucu sekali. Mau tahu dasar Alkitab tentang reprobation (penentuan binasa)? Ini dasar dari doktrin reprobation.

1.            Ini merupakan konsekwensi logis dari doktrin pemilihan (election).
Ada orang-orang yang percaya pada ‘single predestination’, dimana mereka hanya percaya bahwa Allah menentukan / memilih sebagian manusia untuk diselamatkan, tetapi Allah tidak menetapkan sisanya untuk dibinasakan. Tetapi ini adalah pandangan yang tidak konsekwen dari orang yang kurang bisa menggunakan logi-kanya, karena doktrin reprobation memang merupakan konsekwensi logis dari doktrin election. Kalau hanya sebagian manusia yang dipilih / ditetapkan untuk selamat, sedangkan setelah mati hanya ada surga dan neraka, maka tidak bisa tidak, orang yang tidak dipilih untuk selamat sama dengan ditetapkan untuk binasa. Karena itu kita harus percaya bukan pada ‘single predestination’ tetapi pada ‘double predestination’, dimana selain kita percaya bahwa Allah memilih sebagian manusia untuk diselamatkan, kita juga percaya bahwa Allah menetapkan sisanya untuk dihukum.
Louis Berkhof: “The decree of election inevitably implies the decree of reprobation. ... If He has chosen or elected some, then He has by that very fact also rejected others” (= Ketetapan tentang pemilihan secara tak terhindarkan menunjuk pada ketetapan tentang reprobation. ... Jika Ia telah memilih sebagian, maka oleh fakta itu Ia juga telah menolak yang lain) - ‘Systematic Theology’, hal 117-118.
Loraine Boettner: “The very terms ‘elect’ and ‘election’ imply the terms ‘non-elect’ and ‘reprobation’” (= Istilah-istilah ‘orang pilihan’ dan ‘pemilihan’ secara tidak langsung menunjuk pada ‘orang yang bukan pilihan’ dan ‘penentuan binasa’) - ‘The Reformed Doctrine of Predestination’, hal 104.

2.    Adanya banyak orang yang mati tanpa mendapatkan kesempatan untuk bertobat.
Dalam Perjanjian Lama, hampir semua orang non Yahudi tidak selamat dan dalam Perjanjian Baru juga banyak orang mati sebelum mendengar Injil. Jelas bahwa mereka ini tidak mendapat kesempatan bertobat, dan karena itu termasuk reprobate / orang yang ditentukan untuk binasa.

3.            Ayat-ayat Kitab Suci yang mendasari doktrin reprobation.
·         Amsal 16:4 - “TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuatNya untuk hari malapetaka”.
  • Mat 11:20-24 - “(20) Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizatNya: (21) ‘Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (22) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. (23) Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. (24) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu’”.
Yesus berkata bahwa kalau di Tirus, Sidon, dan Sodom ada mujijat-mujijat terjadi, seperti yang terjadi di Khorazim, Betsaida dan Kapernaum, maka Tirus, Sidon, dan Sodom pasti sudah bertobat. Tetapi mengapa Tuhan dalam kenyataannya tidak memberi mujijat-mujijat itu kepada mereka? Jelas karena mereka termasuk reprobate!
John Calvin: Among the people of Nineveh [cf. Matthew 12:41] and of Sodom, as Christ testifies, the preaching of the gospel and miracles would have accomplished more than in Judea [Matthew 11:23]. If God wills that all be saved, how does it come to pass that he does not open the door of repentance to the miserable men who would be better prepared to receive grace? (=) - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book III, Chapter 24, no 15.
Catatan: ini tidak saya terjemahkan; anda mengerti bahasa Inggris bukan? Masakan hanya ngerti bahasa Ibrani saja? Tetapi kalau anda tak mengerti, tak masalah, karena inti dari kata-kata Calvin itu sudah saya berikan di atas.
·         Mat 11:25 - “Pada waktu itu berkatalah Yesus: ‘Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”.
·         Yes 6:9-10 - “(9) Kemudian firmanNya: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! (10) Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh’”. Bdk. Mat 13:10-15  Mark 4:12  Luk 8:10  Yoh 12:37-40  Kis 28:26-27  Ro 11:7-8.
Mat 13:10-15 - “(10) Maka datanglah murid-muridNya dan bertanya kepadaNya: ‘Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?’ (11) Jawab Yesus: ‘Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. (12) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (13) Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. (14) Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. (15) Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka’.
Ro 11:7-8 - “(7) Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. (8) Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya, seperti ada tertulis: ‘Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini’”.
Komentar Calvin tentang ayat-ayat ini:
“Observe that he directs his voice to them but in order that they may become even more deaf; he kindles a light but that they may be made even more blind; he sets forth doctrine but that they may grow even more stupid; he employs a remedy but so that they may not be healed” (= Perhatikan bahwa Ia menujukan suaraNya kepada mereka tetapi supaya mereka menjadi makin tuli; Ia menyalakan cahaya tetapi supaya mereka menjadi makin buta; Ia menyatakan doktrin / ajaran tetapi supaya mereka menjadi makin bodoh; Ia menggunakan obat tetapi supaya mereka tidak disembuhkan) - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book III, Chapter XXIV, no 13.
·         Yoh 17:12 - “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci”.
Dalam ayat ini sebetulnya terjemahan Kitab Suci Indonesia terlalu keras. Bandingkan dengan NASB yang memberikan terjemahan hurufiah: “and not one of them perished but the son of perdition (= dan tidak seorangpun dari mereka yang binasa selain anak kehancuran / neraka).
Dalam ‘Webster’s New World Dictionary’ dikatakan bahwa istilah ‘perdition’ bisa diterjemahkan bermacam-macam:
*        ‘complete and irreparable loss; ruin’ (= kehilangan yang lengkap dan tidak bisa dibetulkan; kehancuran).
*        ‘the loss of a soul or of hope for salvation; damnation’ (= kehilangan jiwa atau pengharapan untuk selamat; penghukuman / pengutukan).
*        ‘the place or condition of damnation; hell’ (= tempat atau kondisi penghukuman; neraka).
·         Ro 9:13,17,18,21-22 - “(13) seperti ada tertulis: ‘Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.’ ... (17) Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: ‘Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasaKu di dalam engkau, dan supaya namaKu dimasyhurkan di seluruh bumi.’ (18) Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendakiNya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendakiNya. ... (21) Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? (22) Jadi, kalau untuk menunjukkan murkaNya dan menyatakan kuasaNya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaanNya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan.
B. B. Warfield: “Certainly St. Paul as explicitly affirms the sovereignty of reprobation as of election, ... if he represents God as sovereignly loving Jacob, he represents Him equally as sovereignly hating Esau; if he declares that He has mercy on whom He will, he equally declares that He hardens whom He will” (= Santo Paulus memang menegaskan kedaulatan dari reprobation secara sama explicitnya dengan kedaulatan dari election, ... jika ia menggambarkan Allah secara berdaulat mengasihi Yakub, ia secara sama menggambarkanNya secara berdaulat membenci Esau; jika ia menyatakan bahwa Ia mempunyai belas kasihan bagi siapa yang Ia kehendaki, ia secara sama menyatakan bahwa Ia mengeraskan siapa yang Ia kehendaki) - ‘Biblical and Theological Studies’, hal 317.
·         1Pet 2:8 - “Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.
Kitab Suci terjemahan Indonesia ini salah terjemahan. Perhatikan terjemahan-terjemahan bahasa Inggris di bawah ini:
*        NASB: “for they stumble because they are disobedient to the word, and to this doom they were also appointed (= karena mereka tersandung karena mereka tidak taat kepada firman, dan pada tujuan / nasib ini mereka juga telah ditetapkan).
*        NIV: “They stumble because they disobey the message - which is also what they were destined for (= Mereka tersandung karena mereka tidak mentaati pesan / firman - yang juga merupakan apa yang telah ditentukan untuk mereka).
*        KJV: “even to them which stumble at the word, being disobedient: whereunto also they were appointed (= bahkan bagi mereka yang tersandung pada firman, karena tidak taat: untuk mana mereka juga telah ditetapkan).
*        RSV: “for they stumble because they disobey the word, as they were destined to do (= karena mereka tersandung karena mereka tidak mentaati firman, sebagaimana mereka telah ditentukan untuk melakukannya).
·         Yudas 4 - “Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus”.
Calvin menganggap ini menunjuk pada penetapan yang kekal dari Allah, dengan kata lain dalam Rencana Allah orang-orang itu telah ditentukan untuk dihukum.
Tetapi dalam ayat ini kata ‘ditentukan’ sebetulnya juga merupakan kata yang terlalu keras, karena dalam bahasa Yunaninya digunakan kata PROGEGRAMMENOI yang artinya adalah: ‘having been previously written’ (= telah dituliskan lebih dulu).
Bandingkan dengan NIV yang menterjemahkan bagian ini secara hurufiah: “For certain men whose condemnation was written about long ago ...” (= Karena orang-orang tertentu yang penghukumannya sudah dituliskan sejak dahulu).
Adanya kata ‘dituliskan’ ini menyebabkan adanya orang-orang yang menganggap bahwa ini tidak menunjuk pada ketetapan yang kekal dari Allah, tetapi pada Perjanjian Lama maupun nubuat dari Yesus dan rasul-rasul (Misalnya Mat 18:7).
Tetapi seorang penafsir Calvinist / Reformed bernama Thomas Manton, dalam buku tafsirannya tentang surat Yudas, memberikan komentar sebagai berikut:
“The meaning of the metaphor is to show that these decrees are as certain and determinate as if he had a book wherein to write them” (= Arti dari kiasan ini adalah untuk menunjukkan bahwa ketetapan-ketetapan ini adalah sama pasti dan tertentunya seperti kalau ia mempunyai sebuah buku dimana ia menuliskannya).
Jadi Thomas Manton tidak menganggap ini menunjuk pada tulisan Kitab Suci / Firman Tuhan, tetapi sebagai suatu kiasan yang menunjukkan suatu kepastian.

Mengapa dasar Kitab Suci dari reprobation hanya sedikit, atau setidaknya lebih sedikit dibandingkan dengan dasar dari election? Louis Berkhof menjawab sebagai berikut: “Since the Bible is primarily a revelation of redemption, it naturally does not have as much to say about reprobation as about election. But what it says is quite sufficient” (= Karena Alkitab terutama merupakan wahyu tentang penebusan, secara alamiah Alkitab tidak berbicara tentang reprobation sebanyak tentang election. Tetapi apa yang Alkitab katakan sudah cukup) - ‘Systematic Theology’, hal 118.




Teguh Hindarto:

Dalam kemahatahuanNya, YHWH melihat siapa yang akan merespon kasih karunia dan siapa yang akan menolak kasih karunia. Karena YHWH itu adil, maka penolakan terhadap kasih karunia, dan tawaran keselamatan, adalah penghukuman kekal. Hukuman ini telah ditetapkan dalam rancangan kekal YHWH didasarkan kemahatahuanNya.

Budi Asali:

Kalau Dia sudah tahu, maka apa yang Dia tahu itu pasti akan terjadi. Lalu untuk apa ditentukan lagi? Anda mengajar tanpa dasar Alkitab!

Teguh Hindarto:

Tentu saja diperlukan penentuan, penetapan, perencanaan mengenai siapa yang akan menerima hukuman dan siapa yang akan menerima kehidupan. Namun penetapan itu didasarkan kemahatahuan-Nya. Semua respon manusia terhadap Anugrah Tuhan harus dipertanggungjawabkan sebagaimana dikatakan dalam 2 Korintus 5:10, “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat”.

Tanggapan Budi Asali:
Anda tak punya logika. Yang sudah tertentu ditentukan lagi? Untuk apa? Jawab pertanyaan ini! Kok tah2u lari ke 2Kor 5:10? Ikut lomba lari maraton saja kalau dalam debat selalu lari-lari!


Teguh Hindarto:

Anda memang membaca dan mengajar Alkitab tapi dengan kacamata dogmatisme buta Predestinasi Calvinisme!

Tanggapan Budi Asali:
Saya bisa mengatakan hal-hal yang sama. Anda membaca dan mengajar Alkitab, tetapi dengan kaca mata antipati terhadap Calvinisme! Jangan banyak mulut, kalau anda katakan tafsiran saya salah, buktikan dimana salahnya dan berikan tafsiran anda yang benar! Sampai saat ini anda cuma bisa menyalahkan tetapi tak bisa berikan bukti. Seadanya orang idiot bisa melakukan itu!
Terus terang saja, anda debat dengan saya tentang Calvinisme, saya hadapi dengan santai. Dulu kita debat terbuka tentang YHWH-isme, yang merupakan spesialisasi anda saja, anda saya bantai habis, apalagi debat tentang Calvinisme yang merupakan spesialisasi saya! Hehehe, dasar tak tahu diri! Jangan pikir kemampuan bahasa Ibrani anda bisa menolong anda. Panggil seadanya orang Yahudi, yang bahasa aslinya masih bahasa Ibrani, untuk membantu anda dalam debat ini, kalau bisa kalahkan saya!

Teguh Hindarto:

Perihal orang-orang yang telah ditetapkan mengalami kebinasaan adalah rahasia Tuhan. Ayat tersebut bukan bermakna kita dapat menghakimi siapapun yang telah menolak pemberitaan Injil dan yang tidak menerima kepercayaan bahwa Yesus adalah Mesias dan Juruslamat. Bisa saja orang yang tadinya menolak ajaran Mesias dan telah kita hakimi sebagai “dipredestinasikan” mengalami kebinasaan, siapa yang tahu dipertengahan perjalanan hidup atau akhir hidupnya dia menerima Yesus sebagai Mesias dan Anak Tuhan?

Perihal nasib orang-orang di luar Mesias, adalah hak prerogatif Tuhan sendiri. Tuhan memiliki sistem keadilan yang tidak bisa kita dikte dan kita batasi dengan keterbatasan kotak doktrin kita yang terbatas. Kesaksian Yohanes di Patmos demikian, “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya” (Why 20:12-13)

Budi Asali:

Omong kosong. Kalau anda tak menganggap orang di luar Yesus binasa / masuk neraka, anda adalah orang sesat! Lalu apa artinya Yoh 14:6  Kis 4:12  1Yoh 5:11-12? Tuhan tidak akan melanggar firmanNya sendiri! Keselamatan hanya ada di dalam Kristus!

Teguh Hindarto:

Anda sudah dirasuki oleh dogmatisme sehingga yang keluar dari mulut Anda hanya pernyataan fanatisme dan umpatan tidak berpendidikan sehingga sedikit-sedikit hanya bisa mengatakan sesat terhadap mereka yang tidak sepaham dengan dogmatisme Anda dan bukan tidak sepaham dengan Kitab Suci.

Tanggapan Budi Asali:
Hehehe, saya berikan dasar Alkitab, anda tidak. Dan anda memang tak cocok dengan Alkitab. Lalu dengan dasar apa anda katakan saya mengatakan ‘sesat’ terhadap orang yang tidak sefaham dengan saya dan bukannya tidak sefaham dengan Alkitab?
Dan tentang ‘umpatan sesat’, jangan lupa Yesus dan Paulus juga lakukan itu! Mat 22:29  Tit 3:11. Jadi mereka juga tak berpendidikan? Dasar tak tahu Alkitab! Saya beritahu satu hal ini: dalam seluruh Alkitab tak pernah ada orang beriman / saleh, yang ramah, lemah lembut terhadap orang sesat / nabi palsu! Itu anggapan saya tentang anda, dan karena itu saya hanya meneladani orang-orang beriman dan saleh dalam Alkitab, dan menggunakan kata-kata keras terhadap anda! Anda hanya tahu bahasa Ibrani, tetapi sama sekali buta terhadap Alkitab! Mau tahu tentang kata-kata kasar dari orang-orang  saleh dalam Alkitab?
Coba lihat bagaimana Elia berbicara kepada nabi-nabi Baal, apakah ia berbicara dengan lemah lembut dan kasih? Ia bahkan mengejek mereka (1Raja 18:27). Dan bagaimana Yohanes Pembaptis berbicara kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, apakah dengan kasih dan lemah lembut, atau dengan keras? (Mat 3:7-dst). Juga sikap Daud terhadap orang-orang yang meninggalkan Taurat (Maz 119:21,51,53,69,78,85  Maz 139:21-22) dan sikap nabi Mikha pada saat berbicara kepada nabi-nabi palsu dan Ahab (1Raja 22:8,13-28). Juga Stefanus pada saat berkhotbah kepada orang-orang Yahudi / Mahkamah Agama (Kis 7:51-53). Juga sikap Paulus pada waktu menghadapi permusuhan dari orang-orang Yahudi (Kis 13:51  Kis 18:6), dan dari Himeneus (1Tim 1:20). Bahkan Yesus sendiri yang memaki Herodes sebagai serigala (Luk 13:32), dan juga memaki2 ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebagai ular beludak, buta. tolol, kuburan, munafik dsb (Mat 23:13-36). Jemaat Efesus dipuji karena tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat (Wah 2:2), dan sebaliknya jemaat Korintus dicela oleh Paulus karena mereka sabar saja terhadap rasul-rasul palsu (2Kor 11:4).
Anda masih perlu bersyukur saya tak maki anda ‘ular beludak’ seperti yang Yesus dan Yohanes Pembaptis lakukan (Mat 3:7  Mat 23:33), atau ‘anjing dan babi’ seperti yang Paulus dan Petrus lakukan (Fil 3:2  2Pet 2:22)! Hehehe.

Teguh Hindarto:

Apa Anda tidak membaca pernyataan saya, “Bisa saja orang yang tadinya menolak ajaran Mesias dan telah kita hakimi sebagai “dipredestinasikan” mengalami kebinasaan, siapa yang tahu dipertengahan perjalanan hidup atau akhir hidupnya dia menerima Yesus sebagai Mesias dan Anak Tuhan?” memangnya Anda Tuhan yang berhak menentukan siapa yang masuk Sorga dan Neraka tanpa adanya pengadilan terlebih dahulu? Memangnya Anda akan masuk neraka dengan mulut kotor yang selalu mengumpat dan membodoh-bodohkan orang serta menyesat-nyesatkan orang yang tidak sepaham dengan dogmatisme Anda?

Tanggapan Budi Asali:
Bodoh sekali! Yang pertobatkan orang itu siapa? Orang itu sendiri atau Tuhan? Jelas Tuhan (Fil 1:29 - iman - karunia; Kis 11:18 - pertobatan = karunia). Kalau anda tak setuju dengan ini anda sesat lagi! Kalau Tuhan tidak pilih orang itu, sudah jelas Ia tidak akan pertobatkan orang itu! Orang itu bisa jadi ‘Kristen KTP’, masuk gereja, dibaptis, bahkan jadi pendeta seperti anbda, tetapi jadi orang kristen yang sejati tidak mungkin! Jadi, mengatakan bahwa orang-orang non pilihan bisa bertobat adalah suatu kebodohan!
Mau ayat dasar? Sebetulnya sudah saya berikan di bawah, tetapi karena anda pikun, saya kutip ulang di sini.
Kis 13:48 - “Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.”.
Mana ada orang yang non pilihan bisa percaya? Ayo jawab!

Yoh 10:16,26 - “(16) Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. ... (26) tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-dombaKu.”.

Ay 16 tunjukkan bahwa orang pilihan (domba) pasti akan mendengarkan suara Yesus (pasti percaya), sedangkan ay 26nya menunjukkan orang yang non pilihan (tak termasuk domba) tidak mungkin percaya!

Mau ayat lagi?
Yoh 12:37-40 - “(37) Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepadaNya, (38) supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: ‘Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?’ (39) Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: (40) ‘Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.’”.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar